Tinta Media – Invasi militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela merupakan bentuk penjajahan yang dikutuk oleh dunia, termasuk oleh Indonesia. Prinsip penolakan terhadap penjajahan ditegaskan secara jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Atas dasar apa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menangkap Presiden Venezuela? Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang seharusnya hadir untuk menyelesaikan konflik ini justru terkesan diam dan tidak berbuat apa-apa. Meskipun alasan yang disampaikan terdengar mulia, yakni untuk menghentikan peredaran narkoba, tindakan Trump tetap tidak dapat dibenarkan. Terlebih, tuduhan terhadap Nicolás Maduro tidak terbukti kebenarannya dan telah dibantah langsung oleh pihak yang bersangkutan.
Di balik itu semua, tampak jelas bahwa terdapat niat terselubung Trump, yakni menguasai sumber daya alam yang dimiliki Venezuela. Diketahui bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, lebih dari 300 miliar barel, serta cadangan emas lebih dari 160 ton dan gas alam mencapai sekitar 200 triliun kaki kubik. Dengan kekayaan alam sebesar itu, Venezuela menjadi salah satu negara paling strategis di dunia.
Oleh karena itu, tujuan Trump sesungguhnya bukanlah memberantas narkoba, melainkan menguasai minyak dan sumber daya alam negara berdaulat tersebut. Dengan menangkap Nicolás Maduro, presiden yang sah, dan menggantinya dengan figur pilihannya, Venezuela diharapkan tunduk di bawah kendali Amerika Serikat demi memenuhi kebutuhan minyak negaranya.
Ambisi Trump ternyata tidak berhenti sampai di situ. Setelah agresi terhadap Venezuela, target berikutnya disebut-sebut mengarah ke Kolombia dan Iran. Kedua negara ini juga dikenal kaya akan sumber daya alam, terutama minyak bumi dan mineral lainnya. Negara-negara di dunia, khususnya yang memiliki kekayaan alam melimpah, perlu meningkatkan kewaspadaan. Ambisi dan keserakahan Trump untuk menguasai dunia harus dihentikan.
Namun, selama negara-negara di dunia hanya mementingkan urusan domestik masing-masing dan bersikap acuh terhadap penderitaan negara lain, Amerika Serikat akan semakin kuat dan beringas dalam menundukkan negara-negara kecil agar berada di bawah kendalinya.
Dunia membutuhkan Khilafah untuk menghentikan ambisi dan keserakahan para penguasa dunia yang arogan dan tamak dalam menguasai sumber daya alam negara lain. Khilafah akan melindungi negara-negara kecil yang berada di bawah ancaman invasi militer negara adidaya, selama negara tersebut menerima dakwah Islam. Dengan kepemimpinan Islam, dunia akan merasa aman karena para penguasa adidaya tidak berani bertindak sewenang-wenang.
Kita tidak bisa berharap pada PBB yang kerap menjadi perpanjangan tangan kepentingan Amerika Serikat. Dunia akan merasakan keamanan dan keberkahan dengan cahaya Islam melalui tegaknya sistem Khilafah yang menyeru pada kebaikan dan keadilan. Wallahualam bissawab.
Oleh: Mochamad Efendi,
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 30











