Tinta Media – Fenomena bullying yang dialami remaja semakin menunjukkan dampak membahayakan yang serius. Contoh konkret tampak dari sejumlah kasus kekerasan yang menimpa korban bullying di Indonesia. Seorang santri di Aceh Besar nekat membakar asrama pondok pesantren akibat sakit hati setelah berulang kali menjadi korban bullying. Kasus lain terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, di mana seorang siswa diduga melakukan ledakan yang berkaitan dengan tekanan psikosial akibat bullying yang ia alami.
Tekanan sosial yang berat — berupa ejekan, pelecehan, dan pengucilan — membuat korban bullying mengalami gangguan mental serius, termasuk stres berkepanjangan, depresi, hingga keinginan melukai diri sendiri atau orang lain sebagai bentuk pelampiasan. Hal ini menunjukkan bahwa bullying bukan lagi sekadar masalah individu, tetapi problem sistemis yang menggejala di berbagai daerah dalam dunia pendidikan.
Bullying yang dijadikan candaan di media sosial menunjukkan krisis adab dan hilangnya fungsi pendidikan dalam membentuk karakter dan moral anak muda. Media sosial bahkan kerap menjadi rujukan bagi korban untuk melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain sebagai bentuk balas dendam atau pelampiasan.
Dari sisi sistem, pendidikan sekuler kapitalistik hanya menekankan aspek materi dan akademik — sehingga gagal membentuk kepribadian Islam yang beretika dan bermoral. Kurikulum seperti ini minim ruang bagi pembentukan akhlak dan budi pekerti.
Konstruksi Pendidikan Islam sebagai Solusi
Dalam Islam, tujuan utama pendidikan adalah membentuk kepribadian Islam yang kuat. Proses pendidikan dilakukan melalui pembinaan intensif yang membentuk pola pikir dan sikap islami secara mendalam — tidak hanya berfokus pada aspek materi, tetapi juga nilai maknawi dan ruhiyah.
Kurikulum pendidikan Islam harus berbasis akidah Islam, dengan adab sebagai fondasi utama agar peserta didik berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan sosial dengan bijak.
Negara, dalam bentuk Khilafah, memiliki kewajiban menjadi penjamin utama pendidikan, pembina moral umat, serta pelindung generasi muda dari berbagai bentuk kezaliman sosial — termasuk bullying. Dengan demikian, pendidikan Islam menawarkan solusi menyeluruh yang menyentuh akar persoalan bullying melalui pembentukan karakter dan sikap sosial positif sejak dini. Wallahualam bissawab.
Oleh: Husnul Khotimah, S.Si., M.Pd.,
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 29
















