Masjid Al-Aqsa di Ambang Runtuh, Umat Islam Harus Bangkit!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Masjid Al-Aqsa merupakan simbol persatuan dan perjuangan umat Islam. Ia menjadi bukti keagungan sejarah Islam serta saksi bisu peristiwa agung Isra Mikraj Nabi Muhammad ﷺ. Masjid ini juga menjadi simbol identitas dan kemerdekaan Palestina bagi umat Islam di seluruh dunia. Maka, aktivitas melindungi dan menjaga eksistensi Masjid Al-Aqsa sejatinya sama halnya dengan menjaga keutuhan persatuan kaum Muslimin.

Kabar terbaru yang disampaikan oleh Khatib Masjid Al-Aqsa sekaligus Ketua Dewan Tinggi Islam di Yerusalem, Syekh Ekrima Sabri, memberi peringatan keras atas meningkatnya bahaya akibat penggalian yang dilakukan oleh Israel. Mereka terus-menerus menggali terowongan di bawah dan di sekitar kompleks situs tersuci ketiga umat Islam itu. Syekh Al-Rifai mengingatkan, penggalian tersebut dapat menghancurkan _landmark_ Palestina seperti rumah-rumah bersejarah dan sekolah kuno.

Penggalian yang dilakukan berpotensi melemahkan tanah di bawah Masjid Al-Aqsa sehingga mengancam stabilitas fondasinya dan berisiko menyebabkan runtuhnya masjid. Ternyata, penggalian terowongan di sekitar Masjid Al-Aqsa telah dilakukan Israel sejak pendudukan 1967. Lebih dari seratus penggalian sudah mencapai area bawah masjid. Menurut sumber terpercaya, terowongan-terowongan itu menghubungkan “Kota Daud”, melewati lorong jalur air bersejarah yang dikeringkan dan diubah menjadi terowongan, museum, serta sinagoge.
(cnnindonesia.com, 26/10/2025)

Tindakan Keji dan Manipulatif Israel

Penggalian terowongan tersebut murni bermotif politik karena tidak memiliki dasar metodologi ilmiah apa pun, serta jelas melanggar status quo. Selain melanggar hukum Islam, aktivitas ini merupakan upaya sistematis untuk merusak situs-situs bersejarah Islam. Bila bagian bawah masjid terus digali, maka seluruh bangunannya bisa runtuh. Dan bila itu terjadi, kendali penuh atas Al-Aqsa akan sepenuhnya jatuh ke tangan Israel.

Kejahatan yang dilakukan Israel begitu keji terhadap kaum Muslimin. Mereka menentang agama Allah dan memusuhi Islam secara terang-terangan. Tidak cukup sampai di situ, mereka melakukan genosida terhadap umat Islam Palestina hingga membuat dunia bungkam. Bahkan, negara-negara Muslim di sekitar Palestina pun tak berdaya memberikan pertolongan nyata.

Solusi dua negara yang digembar-gemborkan selama ini hanyalah isapan jempol belaka. Faktanya, solusi tersebut tidak mampu menghentikan kejahatan Israel hingga hari ini. Isu perdamaian hanyalah kedok manipulatif agar Israel bisa terus menindas rakyat Palestina dengan serangan brutal. Baru beberapa hari perjanjian gencatan senjata diumumkan, mereka sudah kembali berulah—melakukan serangan, penembakan, dan kini berencana merobohkan Masjid Al-Aqsa yang menjadi magnet spiritual kaum Muslimin.

Hanya Khilafah yang Mampu Menghentikan Israel

Masjid Al-Aqsa adalah salah satu dari tiga masjid utama yang dianjurkan untuk dikunjungi dalam rangka ibadah. Salat di sana dilipatgandakan pahalanya hingga 500 kali dibandingkan salat di masjid lain. Al-Aqsa merupakan masjid kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram, sekaligus tempat terjadinya Isra Mikraj Nabi Muhammad ﷺ. Ia juga merupakan kiblat pertama umat Islam, tanah yang diberkahi, serta tempat diutusnya para nabi.

Demikianlah Allah memuliakan Al-Aqsa dibanding masjid lainnya. Karenanya, umat Islam wajib menjaga masjid tersebut sebagaimana menjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Penjagaan itu terbukti dalam sejarah kejayaan Islam, ketika para Khalifah menolak tawaran musuh yang hendak membeli tanah itu dengan harga tinggi. Demi melindungi Al-Aqsa, kaum Muslim rela menumpahkan darah mereka.

Segala upaya diplomatik yang dilakukan umat Islam untuk membebaskan Palestina dari kekejian Israel terbukti tidak membuahkan hasil. Kaum Muslimin seolah lupa bahwa mereka memiliki _junnah_ (perisai) yang mampu melindungi dari musuh-musuh Islam — yakni negara yang menegakkan hukum-hukum Allah secara kaffah. Negara itu adalah Khilafah yang memimpin jihad demi membebaskan rakyat Palestina dari belenggu penjajahan Israel.

Namun, penerapan Islam kaffah dalam bentuk negara tidak akan terwujud tanpa dakwah yang konsisten dan menyeluruh. Karena itu, menjadi kewajiban kaum Muslimin untuk mengopinikan dakwah Islam menuju Khilafah, agar umat sadar bahwa hanya sistem Islam yang dapat menghentikan kekejaman Israel dan mencegah kehancuran Masjid Al-Aqsa.

Sebagaimana janji Allah dalam firman-Nya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur [24]: 55). Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Hany Handayani Primantara, S.P.,

Aktivis Muslimah Banten

Loading

Views: 43

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA