Umat Islam Korban Genosida, Dunia Butuh Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Banyak umat Islam menjerit menjadi korban genosida oleh entitas Yahudi, Israel, di Gaza, Palestina, namun dunia seolah tidak peduli dengan penderitaan mereka. Korban jiwa terus berjatuhan dari masyarakat sipil yang tidak berdosa. Mereka kehilangan keluarga, tempat tinggal, serta kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini sangat berbeda dengan masa ketika kaum muslim hidup dalam sistem Islam yang melindungi kehormatan dan jiwa manusia, terlebih mereka yang tidak bersalah.

 

Tercatat dalam sejarah sebuah kisah masyhur tentang peristiwa pelecehan seorang muslimah di pasar yang memicu respons militer. Kejadian tersebut berlangsung di pasar Bani Qainuqa, ketika seorang muslimah dilecehkan oleh sekelompok Yahudi dengan menyingkap jilbabnya. Seorang muslim Anshar yang mencoba membelanya justru dibunuh, sehingga memicu kerusuhan. Nabi Muhammad saw., sebagai pemimpin negara Madinah kala itu, langsung memimpin pasukan untuk mengepung benteng Bani Qainuqa. Pengepungan ini berakhir dengan terusirnya Bani Qainuqa dari Madinah.

 

Demikian pula pada masa Khalifah Al-Mu’tashim Billah (793–842 M), yang segera turun tangan membela kehormatan seorang budak muslimah yang ditawan dan dilecehkan oleh orang-orang Romawi di kota Ammuriya. Dalam kemarahan dan kepeduliannya, Al-Mu’tashim mengirimkan pasukan besar berkekuatan 30.000 tentara untuk menyerang dan menaklukkan Ammuriya sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan muslimah tersebut.

 

Saat ini ribuan umat Islam menjerit meminta pertolongan dari kekejaman Israel dan penguasa kafir lainnya. Mereka bukan hanya kehilangan kehormatan, tetapi juga nyawa. Banyak yang terluka dan berduka setelah kehilangan anggota keluarga serta orang-orang tercinta. Namun, dunia tampak tidak peduli untuk segera membantu dan membebaskan mereka dari kekejaman tersebut.

 

Padahal, umat Islam seharusnya ibarat satu tubuh: ketika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakannya. Kini, umat tercerai-berai oleh batasan negara bangsa dan semangat nasionalisme, sehingga menjadi lemah dan tidak saling peduli.

 

Dunia membutuhkan Khilafah sebagai perisai umat yang sigap merespons saat kaum muslim meminta pertolongan. Pemimpin negeri-negeri muslim saat ini hanya mampu mengutuk pelaku dan memberi simpati, tanpa menyelesaikan akar masalah. Jika Khilafah tegak hari ini, penguasa yang berani melecehkan kehormatan umat Islam—apalagi menghilangkan nyawa—akan dihukum dengan dikiriminya bala tentara, bukan hanya melalui diplomasi dengan para penjahat. Sungguh, kaum muslim akan merasa aman dan terlindungi di mana pun mereka berada di bawah naungan Khilafah. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Mochamad Efendi,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 40

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA