Era Digital, Gen Z, dan Arah Aktivisme di Tengah Arus Media Sosial

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Era digital hari ini bukan sekadar soal kecanggihan teknologi, melainkan ideologi apa yang menguasai kehidupan. Media sosial, algoritma, dan platform digital dibangun di atas asas sekularisme dan kapitalisme, bukan atas dasar iman dan ketaatan kepada Allah. Nilai yang ditanamkan jelas: bebas tanpa batas, untung jadi tujuan, dan popularitas jadi ukuran kebenaran. Gen Z hidup di tengah sistem ini, sehingga wajar jika cara berpikir mereka banyak dibentuk oleh ideologi yang memisahkan agama dari kehidupan.

Gen Z sering dianggap generasi lemah dan mudah goyah. Padahal, yang sebenarnya lemah adalah sistem yang memaksa manusia hidup tanpa pegangan _ruhiyah_. Ketika standar hidup ditentukan oleh viral dan validasi, sementara agama hanya dianggap urusan pribadi, manusia kehilangan arah.

Islam sejak awal menegaskan bahwa kemuliaan manusia bukan di tangan manusia lain atau algoritma, tetapi di tangan Allah. Tanpa menjadikan Islam sebagai ideologi hidup, krisis mental dan identitas akan terus berulang.

Potensi Gen Z untuk berubah dan mengubah itu besar. Mereka kritis, cepat bergerak, dan berani bersuara. Akan tetapi, tanpa ideologi yang benar, potensi itu mudah diarahkan ke mana saja. Aktivisme digital hari ini banyak yang lahir dari emosi sesaat, bukan kesadaran ideologis. Ramai saat isu naik, hilang saat tren bergeser.

Dalam Islam, perjuangan tidak dibangun di atas reaksi, tetapi di atas akidah. Akidah Islam menuntut konsistensi dalam membela kebenaran, meski tidak populer dan tidak menguntungkan.

Ruang digital sering diklaim netral, padahal kenyataannya menjadi alat penyebar ideologi global. Nilai liberalisme, pluralisme, dan relativisme kebenaran terus didorong, sementara ajaran Islam diposisikan sebagai sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Gen Z akhirnya didorong untuk mempertanyakan hukum Allah, bukan untuk memahami, melainkan menyesuaikannya dengan selera zaman. Ini bukan kebebasan berpikir, tetapi penjajahan pemikiran dalam bentuk baru.

Islam hadir bukan hanya sebagai agama ritual, tetapi sebagai ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Islam punya konsep tentang manusia, tujuan hidup, kebebasan, keadilan, dan perubahan sosial. Teknologi dalam Islam hanyalah alat, bukan penentu arah. Aktivisme dalam Islam bukan sekadar ekspresi, tetapi bagian dari kewajiban amar makruf nahi mungkar untuk menjaga kehidupan tetap berjalan sesuai aturan Allah.

Karena itu, menyelamatkan Gen Z dari kerusakan era digital tidak cukup dengan edukasi teknis atau kampanye kesehatan mental. Masalahnya adalah ideologi, maka solusinya juga harus ideologis. Paradigma sekuler harus ditinggalkan, dan paradigma Islam harus dijadikan landasan berpikir, bersikap, dan bergerak. Selama Islam hanya ditempatkan sebagai simbol atau etika personal, selama itu pula Gen Z akan terus jadi korban sistem.

Pergerakan Gen Z harus diarahkan untuk memperjuangkan solusi yang sistemis dan menyeluruh berdasarkan Islam. Bukan sekadar menuntut perubahan kecil, melainkan mengoreksi sistem hidup yang rusak. Islam menawarkan aturan yang adil dalam sosial, ekonomi, dan politik. Tanpa keberanian mengambil Islam sebagai ideologi perjuangan, aktivisme hanya akan jadi alat tambal sulam bagi sistem sekuler kapitalistik yang menindas.

Tanggung jawab ini tidak bisa dibebankan ke individu saja. Keluarga harus jadi basis pembentukan akidah dan cara pandang Islam. Masyarakat harus berhenti mengglorifikasi gaya hidup digital yang bertentangan dengan iman. Negara pun tidak boleh netral terhadap ideologi yang merusak generasi. Ketika Islam dijadikan ideologi hidup bersama, Gen Z bukan hanya selamat dari pengaruh buruk era digital, tetapi akan tampil sebagai generasi perubahan yang berjuang bukan untuk viral, melainkan menegakkan kebenaran. Wallahualam bissawab.

Oleh: Dewi Kumala Tuamanggor
Aktivis Muslimah

Loading

Views: 43

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA