Generasi Muda Merupakan Tonggak Peradaban Hakiki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media -,Pada Jumat, 12 Juni 2026, kawasan Bundaran HI, Jakarta, dipenuhi ribuan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa. Aksi bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut yang dimotori oleh BEN-UI bersama aliansi perguruan tinggi lainnya tersebut menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah (Kompas.com, 18/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut agar pemerintah tidak menghamburkan dana APBN, segera menurunkan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat, menolak kenaikan harga BBM, serta menghentikan program MBG dan Koperasi Merah Putih.

Aksi yang digelar merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan penguasa yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, melemahnya nilai tukar rupiah memberikan dampak yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, permasalahan tersebut dianggap tidak mendapatkan perhatian yang memadai dari penguasa.

Mirisnya, kondisi tersebut disusul dengan kenaikan harga BBM dari Rp12.300 menjadi Rp16.250. Akibatnya, berbagai harga kebutuhan ikut meningkat sehingga daya beli masyarakat menurun drastis.

Di balik karut-marut kondisi negeri di tengah kesulitan fiskal negara, program MBG sejak awal telah menuai kritik karena dianggap sebagai program populis yang berpotensi menguras kas negara dan rawan korupsi.

Akhirnya, dugaan tersebut dinilai makin menguat dengan adanya penangkapan Kepala BGN beserta deputinya atas dugaan penggelapan dana MBG bernilai triliunan rupiah.

Gerakan aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan reaksi generasi muda yang masih memiliki semangat perubahan. Namun, gerakan tersebut dinilai cenderung pragmatis dan belum menyentuh akar persoalan sehingga gejolak yang muncul mudah dipatahkan.

Saat ini, baik masyarakat maupun generasi muda mulai merasakan berbagai persoalan yang terjadi di depan mata. Namun, mereka lebih banyak berpikir tentang bagaimana bertahan menghadapi realitas yang ada. Padahal, di balik berbagai persoalan tersebut terdapat masalah yang bersifat sistemis.

Biang persoalan yang terjadi saat ini adalah sistem yang diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, yaitu sistem kapitalisme sekuler. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan sehingga melahirkan berbagai aturan yang menimbulkan kerusakan.

Dalam sistem kapitalisme sekuler, berbagai aturan dan kebijakan dibuat berdasarkan akal manusia yang sarat kepentingan penguasa. Kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak kepada oligarki, sementara rakyat dibebani berbagai kebijakan, termasuk pajak yang semakin menjerat.

Generasi muda sebagai tonggak peradaban semestinya menyadari dan memahami bahwa arah perubahan yang sesungguhnya serta perubahan yang mendasar hanya dapat diwujudkan melalui Islam.

Dalam sistem pemerintahan Islam yang memiliki aturan komprehensif, seluruh persoalan kehidupan manusia diatur berdasarkan syariat. Islam mengatur seluruh dimensi kehidupan, mulai dari urusan individu, masyarakat, hingga negara.

Hubungan individu dengan Rabb-nya dibangun di atas akidah yang menjadi dasar keimanan, sedangkan ibadah merupakan konsekuensi dari keimanan tersebut.

Pengaturan hubungan dalam kehidupan bermasyarakat hingga tata kelola negara seluruhnya bersandar pada hukum syariat karena Islam merupakan ideologi yang berasal dari Al-Khaliq Al-Mudabbir.

Islam akan menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan manusia. Oleh karena itu, untuk membangun kesadaran ideologis pada generasi sebagai bagian dari masyarakat, mereka harus disadarkan agar kembali kepada pengaturan Islam secara menyeluruh.

Generasi muda akan memahami bahwa arah perubahan hanya dapat dilakukan secara berjamaah, yaitu melalui gerakan dakwah yang memiliki konsep Islam yang benar dan kokoh.

Generasi yang berada dalam ikatan jemaah ideologis akan menempuh jalan perubahan dengan bersandar pada metode Rasulullah saw. Mereka akan terus berjuang atas dasar keimanan semata karena generasi merupakan mutiara umat sekaligus tonggak peradaban Islam. Wallahu a’lam bish-shawab.[]

Oleh: Farida Zahri
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA