Jadikan Palestina Candaan, Remaja Krisis Empati

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Lebih dari 34 ribu warga sipil Palestina yang dilaporkan tewas sejak 7 Oktober 2023. Perempuan dan anak-anak menjadi korban terbanyak dari serangan Israel. Apa yang terjadi saat ini di Rafah, Palestina, merupakan genosida yang dilakukan oleh Israel. Masyarakat dunia kembali bereaksi
menyuarakan protes dan penolakan terhadap genosida tersebut.

Gerakan mahasiswa pro-Palestina di berbagai universitas
terkenal di Amerika telah menyebar ke seluruh dunia. Gelombang solidaritas yang
dibangun atas dasar dorongan kemanusiaan menuntut untuk mengakhiri tragedi ini.
Namun, di saat protes mahasiswa terhadap genosida sebagai bentuk kejahatan
manusia paling keji. Sebaliknya, ada beberapa pelajar menganggap hal itu biasa.
Dengan sengaja atau tidak, mereka mengolok-olok korban genosida Palestina yang
diunggah di media sosial.

Tindakan mereka menuai kecaman dan protes serta menyesalkan
perbuatan tersebut. Akibat perbuatan sekumpulan siswi itu, Dinas Pendidikan
(Disdik) DKI Jakarta segera bertindak dan memproses kejadian ini. Plt Kepala
Dinas Pendidikan DKI, Budi Awaludin, mengatakan bahwa mereka mengecam perilaku
dalam video dan memanggil yang bersangkutan beserta keluarganya untuk minta
maaf. (detiknews.com 12/6/24)

Dari kejadian ini, perilaku yang ditunjukkan para remaja
akibat dari pemahaman yang rusak. Hilangnya empati membuat mereka tidak
merasakan penderitaan korban peperangan. Inilah hasil dari sistem sekularisme
yang melahirkan paham liberal yang diadopsi oleh generasi dan mengakibatkan
berbagai kerusakan.

Keberhasilan sekularisme dalam merusak generasi dapat
terlihat dari perilaku mereka. Tidak beradab, gaya hidup kebarat-baratan,
hilangnya simpati dan empati bahkan tidak takut kepada Sang Pencipta, Allah
SWT. Selain itu, pendidikan yang menerapkan nilai-nilai sekuler menghasilkan
generasi rapuh dan minim adab.

Sistem sekuler juga melahirkan paham liberal yang
mengagungkan nilai kebebasan. Sehingga, mereka bebas berbuat, bebas memiliki,
bebas beragama dan bebas berpendapat. Terbukti, sekuler adalah akar masalah
kerusakan generasi saat ini. Jika terus dibiarkan, kondisi generasi semakin
rusak dan kehancuran bangsa semakin dekat. Untuk itu, sekuler layak dibuang dan
diganti sistem sahih yang melahirkan generasi terbaik dan bertakwa.

Sepanjang sejarah peradaban manusia, hanya peradaban Islam
yang mampu melahirkan generasi emas dan menjaganya dari kerusakan moral. Islam
yang diturunkan Allah SWT memiliki peraturan hidup yang komprehensif. Sistem
terbaik yang bisa mencegah dan menghentikan berbagai kerusakan serta mampu
menyelesaikan permasalahan hingga tuntas.

Generasi emas menjadikan Islam sebagai dasar pembentuk
karakter dan kepribadian. Pendidikan dengan kurikulum berlandaskan akidah Islam
akan mencetak generasi berakhlak mulia, cerdas dan kokoh imannya. Pendidikan
juga kewajiban orang tua untuk memahamkan anaknya ajaran Islam sejak usia dini.
Sebab, ayah dan ibu bertanggung jawab bersama atas pendidikan dan pengasuhan
anak. Kerja sama yang baik akan menghasilkan pendidikan yang terbaik.

Tentu masyarakat juga berperan mengawasi dan mencegah
tindakan yang melanggar aturan sebagai amar ma’ruf nahi munkar. Negara hadir
bukan hanya melaksanakan sanksi tegas tetapi membentengi umatnya dari pemahaman
sesat seperti sekularisme dan komunisme.

Kerja sama antara keluarga, masyarakat dan negara akan
mewujudkan generasi gemilang yang mempunyai karakter dan kepribadian Islam. Di
sisi lain, terbentuk pemikiran khas yaitu pemikiran Islam yang membangun
kesadaran akan pentingnya persatuan umat. Maka melihat penderitaan Palestina,
sikap kita menunjukkan pembelaan. Tidak takut menyuarakan kebebasan Palestina
di garda terdepan. Ini adalah sikap generasi gemilang.

Negara akan mampu menjalankan perannya secara maksimal
seperti di atas jika menerapkan Islam secara menyeluruh. Sistem pemerintahan
Islam dalam bingkai Khilafah terbukti menjaga peran keluarga dan masyarakat
yang melahirkan generasi gemilang dan beradab. 
Oleh karenanya, mengganti sistem rusak dan beralih pada sistem sahih
merupakan agenda wajib umat Islam. Waallahu a’lam bis sahwwab.

Oleh : Eri, Pemerhati Masyarakat

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA