Tinta Media – Hingga detik ini, muslim Palestina di Gaza masih dibombardir
oleh entitas Yahudi secara keji dan biadab. Mereka tega menggali satu-persatu
kepala bayi yang tidak berdosa. Tak tanggung-tanggung mereka bahkan menggunakan
mesin pembunuh kecerdasan buatan (AI) supaya bom yang di luncurkan meledak
tepat pada sasaran. Tak hanya penduduknya saja, namun berbagai fasilitas umum
juga menjadi sasaran empuk bagi para zionis.
Di balik serangan entitas Yahudi yang semakin masif ini,
justru mampu membuka mata masyarakat dunia. Mereka mulai tersadar bahwa,
permasalahan Palestina sejatinya bukan sebatas masalah antara Israel dan Hamas
saja, namun masalah kaum muslimin di seluruh dunia, hal ini berdampak pada aksi
nyata yang dilakukan oleh masyarakat dunia. Tak hanya menteri-menteri luar
negeri, bahkan para mahasiswa LN (Luar negeri) yang mayoritas non muslim sampai
turun ke jalanan melakukan demonstrasi menyuarakan kemerdekaan untuk Palestina,
bahkan boikot produk-produk buatan Yahudi, menjadi relawan, mengirim logistik,
dan obat-obatan pun telah mereka lakukan.
Adapun berita baru yang mengejutkan dunia yakni pasukan
elite Hizbullah di Lebanon berhasil meluncurkan 150 roket ke Israel, dan Hizbullah
sebelumnya mengatakan akan terus berjuang sampai ada gencatan senjata di Gaza
Palestina. Namun nyatanya Israel mampu menetralisir serangan dan justru
masyarakat Lebanon yang kocar-kacir menghindari serangan. Buktinya pasukan
pertahanan Israel (IDF) justru malah mengirimkan pesawatnya untuk melakukan
serangan terhadap sekitar 1.300S “target teroris”. Dikutip dari
CnbcIndonesia.com. Pada Jumat (28/9/2024).
Seakan seperti pembunuhan massal, warga Lebanon terutama
instansi rumah sakit setempat merasa kewalahan mengevakuasi para korban yang
tewas dan terluka. Seorang tenaga medis di Beirut menggambarkan bahwa dirinya
melihat ‘’gelombang besar’’ pasien yang datang dengan ambulans dalam beberapa
pekan terakhir. Dan di Lebanon sendiri, sekitar 90.000 orang telah mengungsi
sejak senin, ditambah 110.000 orang yang telah meninggalkan rumah mereka.
Lebih mengejutkan lagi yakni adanya putusan berupa fatwa
hukum yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional (International Court of
Justice) atau ICJ pada Jumat (19/7/2024) bahwa, pendudukan Israel atas Palestina
adalah ilegal. Dulu pada 2004, Mahkamah yang bernaung di bawah PBB mengeluarkan
putusan bahwa pembangunan tembok pembatas di wilayah Palestina adalah ilegal.
Dengan putusan baru ini, merupakan sebuah kemajuan juga melegakan banyak
kalangan dan semakin menguatkan opini dunia bahwa Israel adalah penjajah.
Namun putusan ICJ di atas, tak lain dan tak bukan hanyalah
sebatas fatwa bukan produk hukum dan pastilah sangat sulit untuk mengesahkan
fatwa ini, karena fatwa ini harus diserahkan ke majelis umum PBB untuk ditindak
lanjuti terlebih dahulu. Rasanya, putusan ini terlihat rumit bahkan mustahil
untuk di sahkan karena seperti yang kita ketahui, bahwa AS berkuasa penuh atas
PBB, dan AS sendiri adalah perisai utama bagi zionis Israel.
Lagi-lagi, itu semua hanya sebatas basa-basi dan pencitraan
belaka. Apabila fatwa, putusan, dan ancaman yang dituturkan tidak disusulkan
dengan tindakan nyata. Sama halnya dengan putusan PBB tempo hari, yang hanya
memberikan solusi berupa pembagian wilayah (two states solution) dan
pembentukan badan khusus untuk Palestina. Namun semua itu tidak memberikan
dampak positif untuk menghentikan penderitaan penduduk Palestina.
Dan dengan kondisi seperti ini, kaum muslimin di buat ragu
dalam pengambilan tindakan. Di satu sisi mereka sangat geram terhadap kaum
zionis dan merasa prihatin dengan kondisi penduduk Palestina. Sedangkan disisi
lain, mereka justru malah berharap pada keputusan organisasi-organisasi
internasional, salah satunya PBB. Ada juga yang masih berharap kepada para
penguasa arab serta negara-negara muslim lainya untuk segera turun tangan
menghentikan serangan brutal Israel terhadap Palestina.
Permasalahan ini seharusnya mampu membuat umat sadar bahwa
masalah ini tidak akan menemukan titik terang apabila umat Islam masih saja
menggantungkan nasib Palestina kepada barat. Karena faktanya, justru barat
sendirilah yang menjadi sponsor utama pembantaian muslimin di Gaza Palestina.
Sementara itu para penguasa Arab hanya bertindak bagai
anjing penjaga kepentingan AS dan negara zionis. Ironisnya, mereka sendiri
khususnya negeri Arab justru malah menjadi pemasok bahan bakar utama yang
dibutuhkan oleh zionis. Dan inilah bentuk pengkhianatan besar terhadap muslim
Palestina.
Saat ini tidak ada solusi yang tepat dan relevan dengan
hukum syara’ dalam penyelesaian permasalahan Palestina kecuali hanya dengan
mengirimkan pasukan militernya untuk memberantas tuntas para penjajah Israel.
Hal ini sangat jelas, bahwa Palestina tidak hanya membutuhkan bantuan logistik
dan obat-obatan saja, karena sangat mustahil jika serangan Israel ini bisa
dihentikan dengan sekaleng susu dan perban saja. Namun serangan ini harus
dibalas dengan perlawanan yang setara, yakni dengan kekuatan militer juga.
Selain itu, semua bentuk kerja sama dengan para zionis harus
dihentikan. Namun, semua itu tidak bisa dilakukan oleh tangan-tangan kotor para
penguasa. Umat membutuhkan wadah yang bersih dan benar yang sesuai dengan semua
hukum dan aturan yang telah Allah SWT tetapkan, serta keinginan kuat dalam
pelaksanaan syariat-Nya secara totalitas. Umat harus sadar bahwa seluruh
permasalahan yang ada khususnya masalah Palestina saat ini, semua itu terjadi
karena umat Islam saat ini tidak memiliki pelindung dan kekuatan.
Negara zionis saat ini, memang bisa berkuasa karena adanya
faktor yang menyokong mereka yakni negara-negara adidaya. Umat Islam juga harus
memiliki sokongan yang jauh lebih kuat, yang sesuai dengan syariat yakni daulah
khilafah. Yang mana daulah khilafah inilah yang akan menjadi perisai kuat
sebagai pelindung bagi seluruh umat manusia, bahkan seluruh makhluk dan alam
semesta. wallahu a’lam.
Oleh: Adilah, Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 7
















