Palestina Masih Diserang Sampai Hari Ini, Tidak Ada Solusi Selain Jihad Fisabilillah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Bumi Palestina belum selesai berduka. Para penjajah dengan brutal terus menghancurkan bangunan demi bangunan yang
awalnya kokoh berdiri. Dulunya bangunan itu mereka pakai untuk berteduh, kini telah menjadi puing-puing dan bagaikan butiran debu yang beterbangan. Dunia
seolah menjadi penonton kekejian yang dilakukan oleh Israel laknatullah, tidak
bisa berkutik menyelamatkan saudara mereka di Palestina.

Kurang lebih sudah delapan bulan
berlalu sejak 07 Oktober 2023. Tidak ada titik terang dan solusi untuk
Palestina. Mereka masih tetap sengsara, disiksa, dibunuh dan ancaman kehidupan
lainnya. Kita lihat Sejarah ke belakang sejak 15 Mei 1948, dimulainya Nakba
bencana diusirnya penduduk Palestina di dalam negeri mereka sendiri. Ya 15 Mei
1948 adalah hari Nakba, peristiwa bencana ketika zionis mendeklarasikan negara
ilegalnya dan secara buas mencaplok 78% wilayah Palestina. Tidak tahu diri
bukan? Lebih dari ratusan ribu penduduk Palestina dipaksa ke luar dari tempat
tinggalnya sendiri, lebih mengenaskan lagi mereka tidak tahu harus pergi dan
menetap di mana?

Sebenarnya ini bermula sejak 1917,
tahun itu menjadi pijakan pertama Inggris setalah memenangkan Perang Dunia I di
tanah Palestina. Pasukan Inggris dengan pongah berbaris memasuki gerbang Baitul
Maqdis dengan penuh harapan ingin mencaplok tanah yang diberkahi ini. Melihat
Palestina jatuh adalah kepedihan yang dirasakan umat Islam sejak tahun itu
hingga saat ini, tahun 2024. Tepat saat seabad lebih kepiluan itu terbuka
ternganga. 

Kita mungkin pernah membayangkan
keluarga kita mengungsi karena bencana alam ke suatu negeri di seberang sana.
Kita mungkin mengira kita akan cepat kembali. Untuk itulah kita bawa kunci
rumah sambil berharap agar kelak bisa kembali. Segera.

Ini tidak dimulai dari 07 Oktober
2023, tapi jauh sebelum itu. Mereka diusir berjalan kaki ke negeri seberang,
beratus kilometer jauhnya. Dan mereka mengira akan kembali pulang dalam waktu
cepat, sampai-sampai mereka masih membawa kunci rumah mereka. Namun kini
nyatanya, sudah 76 tahun lamanya mereka masih terjajah dan belum bisa menikmati
fasilitas yang ada di dalam rumah mereka.

Jumlah mereka yang terusir sudah tidak
terhitung lagi, jumlah mereka yang dibantai sudah tidak terhitung lagi, dan
jumlah mereka yang tertimbun reruntuhan sudah tidak terhitung. Mereka terusir
dan terjajah. Dizalimi dan diperangi.

Lantas apa yang menjadi akar persoalan
ini, sehingga Palestina terjajah dan Israel dengan tidak tahu malu mencaplok
tanah tersebut? Yang dirasakan Palestina bukan hanya kelaparan, kehausan,
penyakit menular, kekurangan gizi atau semacamnya. Dan itu bukan akar
permasalahan disana. Harus ditegaskan bahwa akar dari masalah Palestina adalah pendudukan,
dan tentu tidak ada solusi lain selain pengusiran. Seperti ketika penjajah
Belanda dan Inggris datang menduduki negeri kita tercinta, Indonesia. Para
ulama dan santri bersatu padu membuat strategi untuk menusir mereka dari tanah
air. Dengan alat dan senjata seadanya, memakai bambu runcing. Dan usaha mereka
tidak berkhianat. Mereka berhasil mengusir para penjajah dari wilayah mereka.
Masya Allah.

Lau sekarang dengan apa mengusir
mereka? Tentu dengan mengirim tentara-tentara muslim. Melawan mereka dengan
bersatu padunya umat muslim pula. Menyatukan pemikiran, perasaan dan peraturan
yang sama, sehingga terbentuklah pemahaman bahwa satu-satunya solusi penjajahan
ini adalah menyelesaikannya dengan jihad. Namun tentu jihad akan efektif jika
dikomando oleh seorang pemimpin, seorang khalifah dalam sistem khilafah. Karena
solusi tuntas pendudukan Palestina hanya akan tuntas dengan keberadaan
khilafah. Khilafah akan membebaskan Palestina dengan segenap kemampuan karena
menjadi kewajibannya sebagai pelindung kaum muslim. Karena kita tahu sendiri
bahwa kita tidak bisa berharap kepada PBB yang seharusnya mampu menyelesaikan permasalahan  ini. Tidak ada yang bisa kita harapkan selain
jihad fisabilillah di bawah naungan khilafah.

Khilafah akan menghentikan
kolonialisasi, dominasi dan hegemoni Barat dengan tata dunia saat ini. Khilafah
akan menghentikan penjajahan di Palestina bahkan di seluruh penjuru dunia mana
pun. Khilafah akan menghancurkan sistem sekuler-kapitalistik-demokrasi yang
menghisap kekayaan dan keamanan negeri-negeri muslim. Khilafah akan memberikan
kebaikan untuk semesta. Muslim dan orang kafir. Rahmatan lil ‘alamin. Wallahu a’lam bi ash-shawaab.

Oleh: Rahma Al-Tafunnisa, Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA