Tinta Media – Ketika bulan puasa dan menjelang hari raya lebaran 2025, biasanya menjadi waktu ramai pembeli bagi para pedagang. Ternyata tahun ini tidak seperti harapan mereka. Para pedagang mengatakan bahwa tahun ini mengalami penurunan pendapatan yang sangat jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pedagang mengungkapkan banyak pembeli yang hanya melihat-lihat saja dan membandingkan harga. Sementara sebagian pembeli lebih memilih belanja online yang dianggap lebih praktis dan murah. Biasanya menjelang mudik lebaran sudah ramai pembeli, namun tahun ini tidak seramai tahun kemarin.
Dua keadaan ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat terhadap berbagai barang dan layanan jasa di setiap daerah di Indonesia, termasuk di Ibukota mengalami penurunan.
Ada beberapa hal yang menjadi sebab penurunan ini, yaitu:
1. Banyaknya karyawan yang diberhentikan dari berbagai perusahaan yang terjadi di berbagai wilayah.Hal ini menyebabkan pengangguran semakin bertambah
2. Naiknya harga-harga mulai dari kebutuhan sandang, pangan, papan, terutama kebutuhan pokok
3. Beban utang meningkat
4. Pengaruh dari lesunya ekonomi global
Penyebab-penyebab tersebut saling berkaitan satu sama lain. Maraknya PHK yang menyebabkan bertambahnya jumlah pengangguran berefek pada daya beli yang berkurang, Apalagi di tengah naiknya harga-harga berbagai komoditas, termasuk kebutuhan pokok. Bagi orang yang memiliki modal, mereka menjadi pedagang. Bahkan yang punya pekerjaan pun banyak juga yang mencari penghasilan tambahan dengan berdagang agar mampu memenuhi kebutuhan hidup. Ini menyebabkan persaingan di dunia perdagangan meningkat.
Di tengah himpitan ekonomi yang semakin berat, sementara kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi, banyak yang mengambil jalan keluar dengan berutang atau dengan memanfaatkan paylater (pembayaran nanti) dalam belanjanya. Dengan kemudahan teknologi hari ini, belanja bisa dengan cara online. Cara lebih simpel, harganya pun miring dan cepat proses jual belinya, tanpa harus harus capek cari barang dan berdesakan di tempat perbelanjaan. Tidak sedikit yang terjebak pinjol untuk pembelian online dengan bunga yang mencekik.
Sementara bagi yang berbelanja offline, banyak yang menawarkan jasa pinjaman uang dengan berbagai caranya, yang sama-sama berbunga tinggi. Sehingga yang awalnya diharapkan dapat membantu kesulitan keuangan, malah berakhir dengan jeratan utang yang besar dengan bunga yang terus membumbung tinggi. Ini mengakibatkan pelaku utang-piutang sampai pikiran mereka buntu dan banyak yang stress. Bahkan ada yang sampai ingin mengakhiri hidupnya, setelah harta yang mereka miliki habis untuk membayar utang. Selain itu, aktivitas ini adalah jalan pendek yang akan membuat mereka semakin terjerumus ke dalam dosa dan semakin menjauhkan mereka dari rahmat Allah SWT.
Di sisi lain, penerapan sistem kapitalisme telah membentuk pola konsumsi manusia yang menjadikan standar kebahagian hanya pada tercapainya kepuasan materi dan jasadiah. Perilaku konsumtif ini didorong oleh struktur ekonomi yang dirancang oleh para kapital sebagai tujuan utamanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Persaingan bisnis diciptakan untuk menghasilkan barang dan jasa, sehingga permintaan konsumen sangat diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Artinya ketika konsumsi atau permintaan masyarakat semakin banyak, maka jumlah produksi semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi juga akan menjadi lebih baik. Dengan demikian manajemen pemasaran mempunyai peran penting dalam meningkatkan konsumeristis masyarakat, khususnya di perkotaan melalui kemajuan teknologi informasi dan media sosial. Akhirnya budaya hedon makin marak dengan segala kemudahannya.
Inilah buah dari penerapan sistem kapitalisme-sekularisme, sistem buatan manusia yang rusak dan merusak, yang dibuat berdasarkan hawa nafsu, demi kepentingan segelintir manusia. Kebahagiaan hidup yang diukur sebatas pada kesenangan jasadiyah untuk meraih materi, menjadikan manusia budak dunia yang menghalalkan segala macam cara.
Berbeda dengan sistem Islam yang tujuan hidup di dunia adalah beribadah untuk meraih ridho Allah SWT. Sehingga manusia akan menjalani hidup sesuai dengan syariat Islam, karena sejatinya manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak bisa mengatur dirinya sendiri, apalagi membuat aturan untuk manusia lainnya. Oleh karena itu, yang berhak membuat aturan adalah Allah SWT yang menciptakan alam semesta, manusia, dan kehidupan, Yang Maha Tahu yang terbaik bagi mahluknya. Ketika manusia menjalani hidup sesuai syariat Islam manusia akan selamat di dunia dan akhirat, bila sebaliknya maka manusia akan tersesat dan celaka.
Oleh karena itu hanya sistem Islam yang mampu menyelesaikan problematika kehidupan manusia. Sistem Islam yaitu khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah akan menerapkan syariat Islam secara total, yang ditopang oleh individu-individu yang bertakwa, masyarakat yang peduli, dan negara yang menerapkan aturan Islam secara kaffah yang akan menjamin pemenuhan kebutuhan rakyat. Politik dalam Islam adalah mengatur urusan rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan individu per individu. SDA yang dimiliki negara akan dikelola oleh negara, dan hasilnya untuk kepentingan rakyat, sehingga lapangan pekerjaan akan terbuka lebar bagi pencari nafkah. Islam juga akan memberikan pelayanan pendidikan, kesehatan dan keamanan secara murah bahkan gratis.
Dalam negara Islam, khalifah akan menutup segala celah praktik ribawi dan budaya konsumtif, serta menjaga agar rakyat jauh dari keharaman. Mencegah segala macam kemaksiatan, karena Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial, hingga pendidikan. Standar Pemenuhan kebutuhan adalah halal dan haram, karena menyangkut tanggung jawab kepada Allah SWT. Untuk itu umat harus kembali kepada Islam dengan mengkaji Islam secara kaffah, lalu menyampaikan analisis kerusakan peradaban hari ini akibat penerapan sistem kapitalis-sekuler dan menawarkan Islam sebagai solusi problematika kehidupan. Sehingga Islam bisa diterapkan muka bumi yang akan membawa keberkahan di langit dan bumi, sebagaimana dalam firman Allah SWT yang artinya:
“Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(TQS. Al-‘Araf;96)
Wallahualam bissawab.
Oleh: Elah Hayani
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 12
















