Tinta Media – Menanggapi wacana pengurangan anggaran Makan Bergizi Gratis, Direktur Pamong Institute Wahyudi AlMaroky mengungkapkan ini sebagai kabar baik.
“Ada wacana anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG dikurangi, apakah ini kabar baik atau kabar buruk? Kalau dikurangi dan digeser menjadi pendidikan gratis, ini kabar baik,” ujarnya dalam video yang bertajuk Dana MBG Dikurangi? Kamis (30/4/2026) melalui akun TikTok @wahyudy_almaroky.
Ia menjelaskan cita-cita bangsa ini yang menginginkan terciptanya manusia Indonesia yang sejahtera.
“Kita ke depan ingin menciptakan manusia Indonesia itu, yang otaknya pintar, cerdas, perutnya kenyang, dan kantongnya tebal, itu yang dikategorikan sejahtera,” tandasnya.
Wahyudi mengungkapkan untuk menjadi orang berkantong tebal, perut kenyang, kuncutannya di otak pintar.
“Untuk menjadi orang berkantong tebal, perut kenyang, maka sebenarnya kuncutannya di otak pintar,” ujarnya.
Lebih Tepat
Wahyudi memandang, kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu digeser menjadi pendidikan gratis itu lebih tepat.
“Jadi kalau dikurangi (anggaran) dari Makan Bergizi Gratis menjadi pendidikan gratis, saya pikir itu lebih tepat,” ucapnya.
Maka, ia memungkas, kalau (program MBG) digeser menjadi pendidikan gratis, ingin menciptakan manusia-manusia yang cerdas (yang) dengan kecerdasannya dia bisa memenuhi perutnya supaya kenyang, dia bisa menciptakan lapangan kerja yang bagus, sehingga lebih sejahtera.
[] ‘Aziimatul Azka
https://vt.tiktok.com/ZS9fHYeCg/
![]()
Views: 4
















