Saat Generasi Sadis Jadi Refleksi Sistem yang Cacat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Lagi-lagi kasus pembunuhan sadis kembali terjadi, seorang remaja berusia 14 tahun tega menghabisi ayah dan neneknya di Cilandak, Jakarta Selatan. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung, pelaku melancarkan aksinya pada tengah malam dengan mengambil pisau dapur, kemudian masuk ke kamar orang tuanya, lalu menikam ayahnya, beruntung sang ibu terbangun dan teriak, meskipun pelaku juga menusuknya. Mendengar suara teriakan, membuat sang nenek terbangun dan memeriksanya, namun nahas, pelaku juga menusuknya. Penusukan tersebut menyebabkan ayah dan neneknya meninggal dunia, sementara sang ibu mengalami luka berat akibat tusukan pelaku. Diketahui sebelum melancarkan aksinya, pelaku merasa gelisah, tidak bisa tidur, dan selalu mendengar “bisikan”. Saat ini pelaku sudah diamankan oleh polsek setempat dan penyidik masih mendalami motif pelaku membunuh anggota keluarganya. (Beritasatu.com, 30/11/2024)

Miris, semakin hari banyak sekali kasus pembunuhan sadis dan tidak sedikit pelakunya adalah anak-anak atau remaja. Seharusnya fenomena berulang seperti ini dapat menyadarkan kita bahwa masalah seperti ini adalah persoalan sistematis dan bukan personal.

Banyak faktor yang melatarbelakanginya, di antaranya cara pola asuh orangtua kepada anaknya, kurikulum pendidikan yang diterima, lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang. Tentu saja pola asuh orang tua menjadi penentu awal bagaimana anak tersebut akan bersikap dan berperilaku. Jika mereka menanamkan pondasi dasar atau nilai-nilai yang benar dalam diri anaknya, maka pemahaman tersebutlah yang akan menjadi cara pandang anak dalam bersikap dan berperilaku, namun jika anak tidak ditanamkan pondasi dasar yang benar maka cara padangnya tentang kehidupan ini juga akan salah. Kesalahan cara pandang inilah yang akan menyebabkan anak terjerumus dalam jurang kejahatan.

Di lain sisi kurikulum pendidikan di sekolah yang ia terima dan lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang juga dapat menjadi faktor yang dapat membentuk cara pandang dan kepribadian anak. Jika orang tua telah memberikan yang terbaik bagi anaknya, namun kurikulum pendidikan dan lingkungan sosialnya tidak mendukung, maka hasilnya juga tidak akan baik.

Adanya keterkaitan satu sama lain dalam mendidik anak inilah yang menyebabkan persoalan seperti ini adalah persoalan sistematis. Dikatakan sistematis, karena semua kerusakan yang terjadi di masyarakat tidak lain akibat dari penerapan sistem sekuler dalam kehidupan. Sistem ini menjadikan manusia yang hidup di dalamnya terbiasa untuk melakukan segala sesuatu sesuai kehendaknya, tanpa memperdulikan benar atau salah, karena sistem ini memisahkan kehidupan dari agama. Hasilnya, sistem ini telah merusak fitrah manusia, seperti mengubah karakter masyarakat menjadi masyarakat yang terbiasa dengan kekerasan. Sudah banyak sekali fenomena sadis yang terjadi ditengah masyarakat dan kasusnya terus bertambah, namun karena bukan peristiwa baru, menyebabkan masyarakat acuh tak acuh.

Parahnya pemerintah juga turut berdiam diri dan tidak ada solusi efektif untuk menyelesaikan fenomena ini. Padahal pemerintah merupakan kunci dari penerapan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. Jika pemerintah saja lamban, lantas bagaimana fenomena ini dapat tersolusikan?. Lambannya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini, tidak lain akibat negara menerapkan sistem sekuler dalam penegakan hukumnya, maka wajar jika pemerintah kehilangan fungsinya, termasuk dalam menyediakan sistem pendidikan yang memiliki visi membina kepribadian dan menjaga kesehatan mental generasi. Dengan demikian, sistem sekuler adalah sistem yang cacat dan rusak, karena tidak dapat mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat dan negara.

Berbeda dengan Islam, Islam menjadikan pemimpin sebagai raaín (pengurus rakyat) yang bertanggung jawab atas rakyatnya termasuk membentuk dan membangun generasi. Islam sangat menjaga kualitas generasi, karena generasi yang berkualitas ini akan membangun peradaban yang unggul. Maka dalam mewujudkan generasi cemerlang, kepemimpinan Islam bertanggung jawab penuh dalam mengurus rakyatnya melalui penerapan berbagai sistem kehidupan berdasarkan Islam.

Kepemimpinan Islam mengharuskan negara membangun sistem pendidikan berdasarkan akidah Islam, karena akidah Islam yang akan membentuk pola pikir dan pola sikap generasi, sehingga mereka menjadi generasi yang berkepribadian Islam. Disamping itu, negara juga harus menyediakan fasilitas pendidikan yang lengkap dan canggih untuk mendukung kemajuan teknologi. Dengan demikian, akan terbentuk generasi yang beriman dan bertakwa, menguasai iptek, dan memiliki jiwa pemimpin.

Hal tersebut telah terbukti sejarah pada saat aturan Islam diterapkan dalam kehidupan. Banyak sosok ilmuwan yang menguasai ilmu agama dan memiliki kiprah yang optimal dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bahkan, karya-karya mereka masih dapat dirasakan manfaatnya hingga hari ini.

Di samping itu, peran orang tua dalam mendidik generasi juga sangat krusial mengingat mereka adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Orang tua berkewajiban mendidik anaknya berdasarkan akidah Islam, karena akidah lah yang akan membentuk cara pandang anak tentang kehidupan termasuk cara mereka dalam menyelesaikan masalah. Kemudian, negara juga akan menciptakan suasana keimanan dan ketakwaan di tengah masyarakat, agar meraka bersama-sama dalam beramar ma’ruf nahi munkar.

Inilah kesempurnaan penerapan aturan Islam dalam kehidupan, semua lapisan masyarakat akan diurus dan dilindungi oleh negara, sehingga tidak akan kita jumpai generasi sadis sebagaimana yang terjadi saat ini.

Dengan demikian, menjadi tugas kaum muslim untuk berjuang bersama untuk menghadirkan kepemimpinan Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah ala’ minhaj Nubuwwah, karena tanpanya, mustahil umat merasakan keamanan dan kesejahteraan.

Oleh: Aryndiah
Aktivis Dakwah

Loading

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA