Setop Kebijakan yang Menyusahkan Rakyat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Negara ada untuk mengurusi urusan rakyat, bukan sebaliknya. Urusan rakyat dipersulit karena kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Kebijakan yang melarang kendaraan yang telat bayar pajak mengisi BBM sungguh menyulitkan rakyat. Apalagi, ojol yang memiliki penghasilan tidak pasti tidak boleh membeli BBM bersubsidi. Sungguh tidak manusiawi! Setop kebijakan yang mempersulit dan menyengsarakan rakyat

BBM adalah kebutuhan dasar yang diperlukan agar bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi ojol, mereka butuh BBM dengan harga murah. Rakyat berpenghasilan pas-pasan jangan dipersulit, sementara pejabat dan anggota dewan bisa menikmati gaji dan tunjangan tinggi. Harusnya mereka bertugas mengurusi rakyat, bukan malah sibuk memperkaya diri sendiri.

Jangan menunggu rakyat marah, seperti yang terjadi di Nepal. Para pejabat dan anggota dewan diturunkan secara paksa. Hidup mereka tidak akan tenang jika dalam pikirannya hanya untuk memeras rakyat. Sementara itu, kekayaan sumber daya alam yang harusnya oleh rakyat, justru menjadi bancakan oligarki. Selama berpikir kapitalistik, tidak akan ada perubahan hakiki untuk rakyat. Mereka yang sedang berkuasa hanya berpikir untuk memperkaya diri sendiri, tidak peduli negara merugi dan rakyat hidup dalam kemiskinan.

Kita butuh satu sistem negara yang pernah dicontohkan Rasullulah saw. dan diteruskan oleh para sahabat. Satu sistem negara yang mampu menjamin keadilan bagi seluruh rakyatnya, bukan hanya untuk segelintir orang. Kekayaan negara bisa terdistribusi dengan adil, bukan hanya dikuasai segelintir orang saja. Negara hadir untuk melayani dan mempermudah urusan rakyat.

Bagaimana mewujudkan satu sistem pemerintahan ideal, yaitu Khilafah? Tentunya tidak mudah. Akan tetapi, dengan dakwah terus-menerus tanpa mengenal lelah seperti yang dicontohkan Rasullulah, insyaallah khilafah akan segera tegak di muka bumi ini. Intinya adalah itibak Rasullulah secara kafah, tidak setengah-setengah. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Mochamad Efendi

Sahabat Tinta Media

Views: 28

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA