Tipu Daya Demokrasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Demokrasi telah menghipnotis banyak orang untuk terus memperjuangkan dan merawatnya. Tanpa disadari, demokrasi adalah sumber masalah yang terjadi di suatu negeri. Demokrasi menawarkan harapan semu bahwa kedaulatan di tangan rakyat dengan slogannya ‘dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’. Faktanya, selama kedaulatan di tangan rakyat, maka berbagai kezaliman akan terus terjadi.

Masyarakat berjuang turun ke jalan mengharapkan perubahan karena banyak kebijakan yang tidak berpihak pada mereka. Namun, sangat disayangkan apa yang diperjuangkan tidak akan membawa perubahan yang lebih baik. Panas-panasan di jalan, berhadapan dengan petugas keamanan, dan bahkan sampai jatuh korban meninggal, tetapi yang diperjuangkan salah. Demokrasi bukan solusi, tetapi biang masalah.

Dalam demokrasi, kedaulatan di tangan manusia. Siapa yang sedang berkuasa, mereka yang berhak untuk membuat aturan untuk melanggengkan kekuasaannya. Hukum dijadikan alat penguasa untuk memukul siapa saja yang dianggap mengganggu kekuasaan. Kebijakan pajak yang membebani rakyat dianggap biasa. Utang luar negeri berbasis riba dianggap solusi logis untuk mengatasi defisit keuangan negara. Pejabat dan wakil rakyat dimanjakan dengan gaji dan tunjangan tinggi. Sementara itu, rakyat dianggap beban. Korupsi dan penyimpangan dana yang membuat keuangan negara merugi tidak ditindak tegas karena merekalah pelakunya yang sedang berkuasa.

Kita butuh Khilafah, bukan demokrasi. Kedaulatan berada di tangan hukum syarak, bukan manusia. Hukum menjadi panglima yang akan mengontrol penguasa agar terus berjalan sesuai aturan Allah. Semua kebijakan tidak boleh bertentangan dengan hukum Allah yang akan membawa kebaikan. Tidak ada lagi utang luar negeri berbasis riba, begitu pula pajak yang membebani rakyat. Pelaku kejahatan termasuk koruptor atau pencuri uang rakyat ditindak tegas tanpa pandang bulu. Sumber daya alam menjadi sumber kekayaan yang dikelola negara dan sebesarnya untuk rakyat. Semua orang akan merasa aman dan sejahtera hidup dalam naungan Khilafah.

Perjuangan untuk membela agama Allah tidak ada yang sia-sia. Keringat dan tetesan darah yang mengalir akan terbayar dengan balasan surga-Nya, yaitu sebaik-baik tempat kembali. Berbeda jika kita berjuang demi demokrasi yang pasti bukan berasal dari ajaran Islam yang lurus dan mulia. Di dunia menderita, apalagi di akhirat nanti karena salah jalan dalam perjuangannya. Jangan tertipu dengan demokrasi yang seolah-olah bagus, tetapi ternyata biang dari semua masalah di negeri kita tercinta.

Semoga kita segera tersadar dan berjalan di jalan yang benar untuk satu perubahan hakiki dengan Islam. Melanjutkan kehidupan Islam yang tidak membiarkan penyimpangan dan yang haram tumbuh subur. Berganti dengan kesadaran umat untuk menjalankan syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan. Wallahualam bissawab.

Oleh: Mochamad Efendi

Sahabat Tinta Media

 

 

 

 

 

Views: 34

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA