Tinta Media – Warga Palestina terus-menerus terkena serangan udara Israel di jalur Gaza, hingga puluhan warga tewas. Warga yang sedang mengantre bantuan makanan pun terkena serangan udara Israel laknatullah. Begitu bengisnya Israel, di saat warga Gaza mendekati pusat distribusi bantuan makanan, mereka diserang pula tanpa rasa kemanusiaan sedikit pun.
Zionis Israel memang tak pantas dan tak layak disebut manusia karena kebiadabannya. Gaza Humanitarian Foundation (GHF) mengelola bantuan makanan terletak di utara Rafah. Organisasi ini merupakan lembaga bantuan, bahkan didukung Amerika Serikat dan Israel, tapi dijadikan sasaran titik tembak militer Israel.
Media Pemerintah Gaza memberitakan bahwa semenjak GHF aktif mengelola bantuan pada akhir Mei saja sudah lebih dari sekitar 580 warga Palestina tewas, 4.000 terluka ketika mendekati pusat pusat bantuan tersebut. Keadaan Palestina makin memburuk. Taktik licik Israel kian terlihat jelas, seperti ketika warga Gaza berkerumun di titik bantuan makanan, dengan sadisnya ditembaki.
Negeri-negeri Islam makin diam karena kekuasaannya terbungkam. Mereka tunduk karena sistem. Dikabarkan pula pada Rabu (2/7/2025), Direktur Rumah sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan al-Sultan berikut istri dan anaknya tewas karena serangan udara Israel laknatullah.
Jika saja dunia mengatakan bahwa genosida di Gaza dan Palestina ini adalah kasus kemanusiaan, tetapi tidak demikian untuk kaum muslim. Ini adalah cara bengis Israel untuk membersihkan warga muslim di Gaza dengan cara yang jauh dari kemanusian. Zionis Israel tidak mempedulikan hujatan, kecaman, bahkan kutukan Allah Swt. Mereka tidak ada takutnya. Zionis Israel benar benar laknatullah.
Palestina dibiarkan berjuang sendiri tanpa bantuan tentara militer negeri negeri muslim. Palestina dibombardir terus-menerus. Yang Allah sedang uji sebenarnya pada kaum muslimin adalah sampai di mana kepedulian kita terhadap saudara kita di Palestina. Sampai di mana pula usaha kita dalam bertahan dengan julukan “umat terbaik” yang kini sedang dicabik-cabik oleh para pembenci Islam yang tidak rela Islam bangkit dan Khilafah segera tegak atas izin dan rida-Nya.
Satu satunya solusi tuntas mengusir penjajah adalah dengan jihad yang teroganisir di bawah satu komando, yakni khilafah dengan kekuatan politik dan militernya yang terstruktur. Maka, perjuangan Palestina akan mencapai hasil yang gemilang sesuai dengan ekspektasi dan genosida akan berakhir.
Umat Islam haruslah paham akan bahaya dari paham nasionalisme dan konsep negara bangsa, baik dari sisi pemikiran maupun sejarah. Keduanya ternyata berskenario ingin meruntuhkan Khilafah dan melestarikan atau mengabadikan penjajahan di negeri negeri Islam.
Dalam Surah Al-Hajj ayat 39 Allah Swt berfirman,
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa menolong mereka itu.”
Firman Allah dalam An Nur 55,
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai.
Sangat urgen bagi kita untuk saat ini mendukung dan bergerak nyata secara politik ideologis. Perjuangan ini tidak mengenal sekat, tetapi konsisten. Jadi, masalah Palestina akan selesai dengan bersatunya umat dalam satu kepemimpinan yang sahih. Tentara militer akan bergerak dengan seruan jihad yang gagah dan berani demi kembalinya kekuasaan Islam, tanpa bantuan PBB atau sejenisnya yang merupakan pion AS dan sekutunya. Zionis Yahudi makin menggila. Maka, kebutuhan khilafah makin mendesak. Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Yakinlah, Allah membersamai kita dalam kebaikan.
Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media
Views: 30
















