Tinta Media – Kasus pelecehan yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anak
kandungnya baru-baru ini sedang viral. Seperti yang dikutip oleh Detiknews.com,
motifnya adalah masalah ekonomi. Bukan hanya satu kasus, kepolisian sudah
mengungkap kasus lain dengan motif yang sama.
Keduanya dijanjikan sejumlah uang agar membuat video asusila
dengan anak kandungnya yang notabene masih anak-anak. Menurut pengakuan sang
ibu, dia dipaksa dan diancam oleh pemilik salah satu akun facebook agar membuat
video intim bersama anak kandungnya.
Kasus ini sudah ditangani pihak terkait. Selain pihak
kepolisian, kasus ini juga menjadi sorotan Komnas Perlindungan Anak Indonesia
(KPAI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Pihak KPAI mengaku prihatin atas maraknya kasus pelecehan
orang tua terhadap anaknya. Kejahatan cyber yang menjadikan anak sebagai korban
kerap terulang dan tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus di luar sana
yang masih belum terungkap. Kejahatan ini dilakukan oleh sindikat eksploitasi
anak yang terorganisir dan tersistem sehingga bisa menjalankan misinya dengan
mudah.
Sudah seharusnya lembaga tertinggi yang bernama negara
bisa menyelesaikan kasus ini melalui regulasi-regulasi yang ada. Kementerian
komunikasi dan informasi bisa membuat tindakan pencegahan agar video-video pornografi
tidak lagi bisa diakses.
Namun, fakta yang terjadi menunjukkan bahwa kasus ini terus
saja terulang. Dari kasus ini bisa kita lihat bahwa negara belum mampu
melindungi rakyat. Regulasi hukum tidak tegas dan tidak membuat jera para
pelaku.
Di satu sisi, negara belum bisa menyejahterakan rakyat dalam
hal ekonomi. Dengan ekonomi yang semakin sulit, umat rela melakukan segala hal
untuk memenuhi kebutuhannya. Seorang ibu bahkan tergoda untuk melakukan maksiat
demi sejumlah uang. Seorang ibu yang seharusnya menjadi pelindung utama
anak-anaknya justru menjerumuskan mereka.
Inilah hasil sistem yang salah. Sistem sekelurisme yang
menjauhkan agama dari kehidupan, menciptakan individu-individu yang jauh
dari kepribadian Islam.
Ini berbeda ketika sistem Islam diterapkan. Dalam sistem
Islam, negara wajib menjamin kesejahteraan umat sehingga umat tidak hanya
disibukkan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Para ibu bisa fokus menjalankan
kewajibannya sebagai ummun warabbaatul bait yang akan melindungi dan
mendidik anak-anaknya sesuai dengan ajaran Islam.
Islam memiliki sistem pendidikan yang handal yang menyiapkan
manusia berperan sesuai fitrahnya. Pendidikan dalam keluarga pun berlandaskan
pada ketakwaan. Sehingga, mudah dalam Islam untuk membentuk individu yang bertakwa
dan berkepribadian Islam.
Oleh: Deasy Yuliandasari, S.E., Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 10
















