kekeringan yang terjadi saat ini bukan hanya disebabkan oleh el Nino, tapi semakin diperparah dengan liberalisasi dan kapitalisasi sumber
daya alam yang menyebabkan perubahan iklim.
“Memang benar bahwa bencana kekeringan bisa terjadi karena faktor alam seperti El Nino. Namun, bencana kekeringan ini semakin diperparah dengan liberalisasi dan kapitalisasi sumber daya alam yang menyebabkan perubahan iklim,” tutur narator Muslimah Media Center dalam program Serba-Serbi MMC: Cuaca Panas Ekstrem Berujung Kekeringan, Akibat Tata Kelola Kapitalistik, Senin (1/5/2023) di Kanal YouTube Muslimah Media Center (MMC)
Menurutnya, kekeringan adalah salah satu masalah
cabang yang diciptakan oleh penerapan ideologi kapitalisme di negeri ini. “Sebab
dalam paradigma kapitalisme sumber daya alam boleh dikelola atau diprivatisasi
oleh pihak swasta demi meraih keuntungan sebesar-besarnya. Termasuk sumber daya
air dan hutan. Alhasil terjadilah pembabatan hutan dan penguasaan sumber mata
air oleh swasta dengan cara masif atas legalisasi penguasa dan atas nama
investasi,” ungkapnya.
Narator menilai, hutan memiliki peranan penting dalam mengatur
kondisi iklim di bumi melalui siklus karbon. Hutan yang ada di bumi mampu
menyerap sebanyak 2,4 miliar ton karbondioksida per tahun. Nilai ini sebanyak
30% dikontribusikan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil.
“Namun kini habitat hutan di Indonesia makin berkurang. Meski
laju deforestasi berhasil ditekan, namun berdasarkan penelitian terbaru laju
deforestasi masih lebih cepat dari pertumbuhan hutan di Kalimantan,” ujarnya.
Oleh karena
itu, ia menilai suhu ekstrem hingga kekeringan akan terus melanda masyarakat di dunia ini
selama sistem kapitalisme liberal masih diberlakukan di dunia.[] Sofyan Zulkarnaen
![]()
Views: 22
















