Tinta Media – Pengkampanye JATAM Nasional Alfarhat Kasman menyerukan kepada kepolisian, khususnya Kapolri, untuk menolak tunduk kepada kekuatan oligarki tambang.
“Menyerukan kepada kepolisian, khususnya Kapolri, untuk menolak tunduk kepada kekuatan oligarki tambang,” ujarnya kepada Tinta Media, Rabu (11/12/2024).
Menurutnya, Kapolri harus dapat menjaga marwah Kepolisian NKRI dengan mengusut tuntas kasus yang menyeret Juanda Lesmana.
Sejumlah media lokal sebutnya, memberitakan pemilik KPUC Juanda Lesmana Lauw tengah diperiksa oleh penyidik dari Mabes Polri di Jakarta. “Dilanjutkan penghentian operasi dan diikuti oleh penyegelan oleh polisi di aktivitas tambang batu bara milik KPUC,” tambahnya.
JATAM juga menyerukan agar kepolisian membuka kasus yang melibatkan Juanda Lesmana Lauw sebagai pemilik KPUC secara transparan kepada publik. “Dan bersungguh-sungguh melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran dan tindak pidana yang dilakukan,” tegasnya.
Untuk menyelamatkan Malinau dari kehancuran kata Alfarhat, JATAM mendesak pemerintah untuk menutup seluruh aktivitas pertambangan di Malinau. “Sebab, investasi skala besar seperti pembangunan mega proyek KIHI dan bendungan hanya akan memperluas skala kerusakannya, alih-alih memulihkan,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 19
















