Tinta Media – Menanggapi wacana Presiden Prabowo Subianto agar kepala daerah dipilih DPRD, Direktur Pamong Institute Wahyudi Al Maroky menyatakan, butuh seperempat abad untuk menyadari bahwa demokrasi berbiaya tinggi.
“Untuk menyadari saja bahwa model sistem pesta demokrasi itu biaya sangat tinggi, butuh 25 tahun, seperempat abad,” tuturnya dalam video Prabowo Ingin Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rakyat Untung? Di kanal YouTube Bincang Bersama Sahabat Wahyu, Sabtu (14/12/2024).
Ia menambahkan, butuh seperempat abad untuk menyadari bahwa sistem yang dibangun sejak reformasi itu ternyata membawa rakyat jauh lebih buruk daripada orde-orde sebelumnya, atau rezim-rezim sebelumnya.
“Ini menjadi catatan bahwa sebenarnya kalau dibanding-bandingkan yang pernah hidup di masa lalu, orde lama, orde baru, akan didapati kesimpulan bahwa ternyata orde reformasi jauh lebih buruk daripada orde baru, jauh lebih buruk daripada order lama, dan korupsinya juga jauh lebih buruk. Nah ini menurut saya butuh kita perbaiki bersama,” tukasnya.
Yang diperlukan hari ini, ucapnya, adalah mengubah mindset untuk mendorong para politisi menyadari kesalahan-kesalahannya, mengubah persepsi masyarakat, dan menyadarkan masyarakat bahwa sistem yang digunakan saat ini adalah sistem demokrasi yang berbiaya tinggi.
Menurutnya, agar undang-undang tidak merugikan rakyat dan berbiaya mahal, ayat-ayat kitab suci seharusnya dijadikan guide dalam membuat konstitusi.
“Ayat-ayat konstitusi tidak boleh lebih tinggi dari ayat-ayat kitab suci,” pungkasnya.[] Ajira
![]()
Views: 4
















