Tinta Media – Pernyataan Netanyahu yang mengatakan menolak tegaknya khilafah di sepanjang Semenanjung Mediterania, menurut Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menunjukkan rasa takut Netanyahu akan tegaknya kembali khilafah.
“Ini sekaligus cerminan rasa takut mereka,” tegasnya dalam Kabar Petang: Pengamat Merespons Pernyataan Netanyahu Tolak Khilafah di kanal YouTube Khilafah News, Selasa (13/5/2025).
Karena sebut Farid, Netanyahu, negara-negara Barat termasuk penguasa-penguasa Arab sangat tahu persis bahwa keinginan umat Islam untuk kembali bersatu dengan tegaknya khilafah itu tidak akan bisa dibendung.
“Dan ini bukan pertama kali bahwa mereka mengetahui secara mendalam khilafah ini adalah ancaman,” jelasnya.
Farid mengutip pernyataan Lord Curzon yang merupakan Menteri Luar Negeri Inggris pada waktu itu dikritik oleh sesama politisi Inggris ketika mengatakan bahwa kenapa Turki diberikan kemerdekaan dalam bentuk Republik pada waktu itu setelah runtuhnya khilafah.
“Apa yang dikatakan oleh Lord Curzon pada waktu itu? Dia mengatakan, “Turki has been destroyed. Turki sudah kita hancurkan, karena kita telah menghancurkan spiritual power, kekuatan agama mereka yaitu (Islam dan Khilafah),” lanjutnya.
Jadi artinya, ujar Farid, Barat saat sekarang ini merasa aman karena ketiadaan khilafah di tengah-tengah umat Islam.
“Maka ketika ada umat Islam yang ingin menegakkan khilafah, ini menjadi ancaman bukan hanya entitas penjajah Yahudi, tapi juga ancaman terhadap penjajahan Barat di Timur Tengah,” sambungnya.
Menurutnya, khilafah inilah yang akan mempersatukan umat, menggerakkan panglima perang. “Dan membebaskan tanah Palestina dari penjajahan Yahudi,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
Views: 36
















