Kenakalan Remaja Tak Terkendali, Islam Solusi Pasti

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kenakalan remaja akhir-akhir ini sudah tidak terkendali. Banyak pelajar yang terlibat dalam tindak kriminal, seperti pencurian, tawuran yang sering menimbulkan korban jiwa, geng motor, perkelahian, narkoba, pergaulan bebas, dan lain sebagainya. Kenakalan mereka sudah di luar batas, semakin memprihatinkan.

Hal inilah yang juga dikhawatirkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang dikenal KDM. Beliau membuat program pembatasan jam malam bagi pelajar. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar mengatakan bahwa program tersebut cukup relevan sebagai upaya mendisiplinkan pelajar. Namun, menurutnya program ini membutuhkan komitmen seluruh komponen. Bukan hanya pemerintah dan sekolah, tetapi orang tua dan masyarakat harus berperan aktif ikut mengawasi.

Agar persoalan ini terselesaikan, maka harus dicari tahu dulu penyebab dari perilaku buruk para pelajar. Sebenarnya perilaku remaja ini bisa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal biasanya terjadi karena kurangnya kontrol emosi dan pemahaman agama yang minim. Hal ini menjadikan seseorang mudah melakukan kekerasan dan kejahatan. Sementara itu, faktor kedua yaitu faktor eksternal, meliputi lingkungan sosial, pengaruh media sosial, kurangnya pengawasan orang tua, tekanan sosial yang menyebabkan stres, dan lain-lain, sehingga dilampiaskan dengan perilaku yang agresif.

Perilaku yang meresahkan ini adalah buah dari sistem pendidikan sekuler. Kita tahu bahwa sistem ini menjauhkan agama dari kehidupan. Sistem pendidikan ini telah menjauhkan generasi muda dari pemahaman agama sehingga tumbuh tanpa iman dan takwa. Sistem ini telah gagal menanamkan tujuan hidup pada diri seseorang sehingga tidak tahu tujuan di balik fitrah penciptaan mereka. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang lemah sehingga mudah terbawa arus negatif.

Maka dari itu, kebijakan pembatasan jam malam bagi pelajar adalah sikap pragmatis. Keputusan tersebut cepat dan tampak tegas, tetapi akar masalah kenakalan remaja justru tidak dibereskan. Lingkungan yang memicu kenakalan remaja tetap dibiarkan, seperti klub malam, tempat karaoke, bioskop, warung kopi 24 jam, kafe-kafe, dan lain sebagainya.

Kebijakan pembatasan jam malam ini hanya akan berdampak sesaat saja. Jika tempat hiburan malam terus buka, sistem pendidikan masih sekuler, keluarga rapuh, lingkungan sosial rusak, maka bisa dipastikan bahwa kenakalan remaja akan terus bermetamorfosis. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang mengakar, bukan solusi tambal sulam.

Berbeda dengan sistem pendidikan sekuler liberalisme, sistem pendidikan Islam menghendaki setiap umat manusia melandasi kehidupannya dengan akidah Islam. Penanaman akidah Islam harus dilakukan di setiap aspek kehidupan dan setiap lapisan, baik keluarga, masyarakat maupun negara. Maka, setiap manusia akan selalu terikat dengan hukum syara.

Misalnya, di dalam lingkungan keluarga, seorang ibu akan menjadi pendidik utama bagi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, sehingga rumah menjadi tempat ternyaman untuk anak. Kemudian di lingkungan, kontrol masyarakat akan senantiasa dilakukan. Amar ma’ruf nahi munkar dan kepedulian terhadap sesama akan menciptakan lingkungan yang kondusif.

Peran negara adalah yang utama. Negara Khilafah mengemban kewajiban untuk mengurusi dan melindungi umatnya. Khilafah akan sangat serius dalam menjaga akidah umat, sehingga mereka hidup dalam ketaatan. Negara akan menyaring konten-konten sehingga yang ada adalah konten positif bermuatan dakwah. Aturan tegas pun akan diterapkan sehingga mampu membuat efek jera bagi pelaku dan masyarakat.

Sistem pendidikan yang diterapkan akan melahirkan generasi yang memiliki kepribadian Islam, yaitu memiliki pola pikir dan pola sikap Islam. Maka mereka pun akan senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah Swt. Umat akan memanfaatkan waktu untuk hal-hal bermuatan pahala, salah satunya menuntut ilmu yang bermanfaat agar dengan ilmunya bisa menyempurnakan ibadah. Pelajar dalam Islam tumbuh menjadi generasi kuat dan mampu memahami tujuan hidup, yakni beribadah pada Sang Khalik.

Alhasil, hanya dengan sistem pendidikan berbasis akidah Islam yang diterapkan oleh institusi negara Khilafah akan tercetak generasi cerdas yang berakhlak mulia. Islam adalah solusi pasti dalam mengatasi kenakalan remaja yang semakin tak terkendali. Wallahu’alam.

Oleh: Neng Mae
Sahabat Tinta Media

Views: 49

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA