Sampai Kapan Palestina Dibantai?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dua tahun telah berlalu, sejak Israel meluncurkan serangan 7 Oktober kepada Palestina. Hingga detik ini, belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Meskipun berbagai solusi telah diberikan oleh para penguasa negara lain -mulai dari solusi dua negara, genjatan senjata dan berbagai bantuan lainnya– sayangnya solusi-solusi yang diberikan selama ini bersifat semu, tidak dapat menyelesaikan secara tuntas.

Dua tahun telah berlalu. Umat semakin geram akan solusi yang diberikan oleh para penguasa negara. Mereka sekadar omong kosong tanpa ada aksi langsung untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka, umat pun melakukan aksi sebagai bentuk pembelaan atas Palestina. Berbagai gerakan aksi bela palestina telah dilakukan di semua wilayah negara. Salah satunya adalah Gerakan Global March to Gaza (GMTA) yang baru-baru ini dilakukan.

Dilansir dari Kompastv.com (12/06/2025), pemerintah Mesir dilaporkan mendeportasi puluhan aktivis yang berencana mengikuti konvoi kemanusiaan dengan tujuan melawan blokade Israel di jalur gaza. Aksi Global March to Gaza yang dimulai pada Minggu (15/6/2025) lalu bertujuan untuk menekan pihak-pihak terkait agar membuka blokade Gaza yang digempur Israel sejak Oktober 2023.

Tetapi mirisnya, Gerakan GMTA ini diblokade oleh pemerintah Mesir. Mereka tertahan di pintu Raffah. Hal itu semakin menunjukan bahwa Gerakan kemanusian apa pun tidak akan pernah bisa menuntaskan permasalahan Gaza. Sebab, adanya pintu penghalang terbesar yang berhasil dibangun oleh penjajah di seluruh negeri kaum muslim adalah nasionalisme dan konsep negara bangsa yang memecahkan umat.

Adanya paham ini di tengah-tengah umat membuat para penguasa, terlebih penguasa muslim dan tantara-tentara mereka tidak memiliki hati nurani. Mereka rela melihat saudaranya dibantai. Mereka diam seribu bahasa membiarkan hal itu terus terjadi. Bukannya membantu, mereka justru ikut serta dalam menjaga kepentingan pembantaian ini. Semua itu mereka lakukan hanya demi mendapatkan keridaan dari negara adidaya yang menjadi tumpuan kekuasaan mereka, yakni Amerika.

Maka dari itu, umat Islam harus paham betapa bahayanya paham nasionalisme dan konsep negara bangsa, entah dilihat dari sisi pemikiran maupun sejarahnya. Keduanya justru digunakan musuh-musuh Islam untuk meruntuhkan Khilafah dan melanggengkan penjajahan di neger-negeri Islam.

Tidak hanya itu, umat Islam juga harus paham bahwa arah pergerakan mereka untuk menyelesaikan permasalahan ini harus bersifat politik, yakni fokus membongkar sekat negara bangsa dan mewujudkan satu kepemimpinan politik Islam dunia. Dengan begitu, kaum muslimin harus mendukung dan bergabung dengan gerakan politik ideologis yang berjuang tanpa kenal sekat dan terbukti kosisten memperjuangkan tegaknya kepemimpinan politik Islam tersebut di berbagai tempat. Wallahua’lam bish showab.

Oleh: Zidna Ilma
Santri Ideologis

Views: 19

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA