Tinta Media – Ketika manusia takut kepada Allah Swt., meskipun tidak melihat-Nya, mereka akan memperoleh ampunan dan balasan yang mulia. Sungguh beruntung orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sepasang insan yang saling mencintai dan memilih menikah karena takut terjerumus dalam zina adalah pilihan hidup yang mendatangkan kemuliaan dan keberkahan.
Bagi para muda mudi yang dilanda cinta, keputusan untuk mengikatkan diri dalam pernikahan merupakan pilihan yang benar, karena pernikahan adalah perintah Allah Swt. Membangun keluarga dengan niat meraih rida dan rahmat-Nya merupakan bentuk ibadah yang menghadirkan ketenangan dan keberkahan hidup. Allah Swt. akan mengangkat derajat hamba-Nya yang memilih berjalan di atas aturan-Nya yang lurus dan mulia.
Secara umum, pernikahan merupakan ibadah yang sangat penting untuk menjaga kehormatan diri dan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Allah Swt. menjanjikan kecukupan rezeki bagi pasangan yang menikah meskipun dalam kondisi fakir, karena Dia Mahaluas karunia-Nya dan Maha Mengetahui segala kebutuhan hamba-Nya. Pernikahan menjadi jalan untuk menjaga kesucian diri, membuka pintu rezeki, serta menghadirkan pertolongan Allah Swt.
Sebaliknya, gaya hidup bebas—seperti hidup bersama tanpa ikatan pernikahan dengan dalih cinta—justru menyeret manusia ke dalam kehinaan dan kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat. Pilihan hidup yang menyimpang dari syariat dapat menutup pintu keberkahan dan menjadikan hidup terasa sempit serta dipenuhi berbagai masalah akibat mengikuti hawa nafsu semata.
Dalam sistem kapitalisme, pilihan yang salah sering kali dibungkus atas nama hak dan kebebasan individu. Padahal, pembiaran terhadap dosa besar akan mengundang azab Allah Swt. yang pedih. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku dosa, tetapi juga oleh masyarakat yang diam dan menganggap perbuatan zina sebagai hal biasa. Jangan sampai Allah Swt. menurunkan azab kepada suatu negeri berupa bencana yang menyakitkan karena penduduknya telah menormalisasi dosa besar.
Oleh karena itu, umat Islam harus bergerak dan berjuang dalam barisan dakwah untuk menolak berbagai bentuk penyimpangan yang dilegalkan oleh sistem kapitalisme. Sudah saatnya umat meninggalkan sistem yang rusak ini dan menggantinya dengan sistem yang menerapkan Islam secara kafah, yang menegakkan hukum Allah Swt., termasuk pemberian sanksi tegas terhadap perbuatan zina agar menimbulkan efek jera.
Jika dosa besar dibiarkan dan dianggap lumrah, maka pintu keberkahan dari langit dan bumi akan tertutup, serta bencana dapat menimpa seluruh masyarakat, bukan hanya mereka yang bermaksiat. Wallahualam bissawab.
Oleh: Mochamad Efendi,
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 40














