Tinta Media – Hamas dengan keras mengutuk ungkapan anggota Kongres AS Randi Fine yang meneriakkan penggunaan bom nuklir di jalur Gaza. Kelompok perlawanan Palestina ini menganggap bahwa pernyataan tersebut merupakan provokasi untuk melakukan genosida terhadap rakyat palestina. Hamas juga menilai bahwa seruan yang ekstremis ini merupakan bentuk kejahatan biadab, mempertontonkan mentalitas buruk, fasis, rasis yang menguasai pikiran para politisi Amerika. Seruan semacam ini melanggar hukum humaniter Internasional.
Walaupun ada seruan yang mengerikan seperti itu, sedikit pun tidak melemahkan perjuangan warga Palestina.
Bayi-bayi dan anak anak tak berdosa dengan sadisnya dibunuh. Ini jelas bukan perang, tetapi kejahatan yang tak beradab. Ke mana pemimpin-pemimpin negeri muslim? Mengapa mereka tak menunjukan gerak nyata untuk membela palestina yang kian hancur karena kejamnya perlakuan penjajah laknatullah.
Allah tidak akan meridai musuh Islam memimpin dunia. Perjuangan umat Islam melawan Zionis Israel harus terus digelorakan. Karena itu, harus ada gerakan bersama dengan upaya sekuat tenaga, baik fisik maupun mental.
Kaum muslimin harus memahami bahwa “Al-Wala’ wal-Bara'” (الولاء والبراء) merupakan pondasi yang penting. Intinya, Al-Wala’ adalah loyalitas kecintaan dan pembelaan terhadap Allah, Rasul, dan kepada orang orang mukmin, sedangkan Al-Bara’ adalah menghindar atau menjauh, bahkan memutus hubungan dari kafirun dan yang tidak disukai Allah.
Demikianlah ajaran Islam yang begitu runut dan sempurna, tidak akan tegak kembali tanpa Islam kafah. Dengan sistem buruk seperti sekuler kapitalis saat ini, maka kemuliaan umat hanya akan menjadi mimpi dan mustahil terwujud. Wallahu a’lam bishawab.
Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media
Views: 12
















