Ketika Rumah Tangga Retak, Persepsi Pernikahan Ikut Runtuh

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Belum lama ini, warganet Indonesia dihebohkan oleh perceraian beberapa figur publik yang memiliki banyak pengikut. Sebelum rumah tangga mereka berakhir, keluarga para selebritas ini bahkan dianggap sebagian masyarakat sebagai potret keharmonisan. Pecahnya ikatan suci pernikahan disebabkan oleh banyak faktor, dan yang paling sering muncul adalah perselingkuhan.

 

Kini, perselingkuhan seolah menjadi hal yang tidak asing dalam keretakan rumah tangga. Bahkan di negara tetangga seperti Jepang, perselingkuhan dianggap lumrah jika dilakukan dengan orang yang tidak dikenal pasangan—hanya disebut selingkuh bila melibatkan orang yang dikenal. Pandangan semacam ini tentu mengherankan.

 

Di sisi lain, maraknya pemberitaan perceraian turut menurunkan minat untuk menikah. Banyak orang khawatir pernikahan akan berujung pada pertengkaran, masalah ekonomi, perselingkuhan, KDRT, hingga jerat judi online. Tidak sedikit yang akhirnya memilih hidup sendiri, fokus mengumpulkan materi, dan mengejar kebahagiaan pribadi tanpa ingin menikah.

 

Fenomena ini menunjukkan lemahnya pemahaman masyarakat tentang pernikahan. Sistem kapitalisme sekuler membuat masyarakat enggan membentuk keluarga karena standar kebahagiaan diarahkan pada materi. Akibatnya, pernikahan dipandang sebagai beban, terutama oleh generasi muda.

 

Padahal, Islam sangat memuliakan pernikahan. Sistem pendidikan Islam membentuk kepribadian yang matang dan siap membangun keluarga sakinah (tenang), mawaddah (penuh cinta), dan rahmah (kasih sayang). Pernikahan adalah komitmen untuk menjadi partner dalam ibadah terpanjang, membentuk keluarga saleh, serta membangun generasi yang menjadi amal jariah sekaligus penerus kebaikan.

 

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Nikah adalah sunnahku. Barang siapa membenci sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.” (HR Ibnu Majah dalam Sunan Ibn Majah, Kitab an-Nikah)

 

Pernikahan adalah fitrah manusia yang mampu menjaga generasi dari fitnah pergaulan, selama dijalankan sesuai syariat Islam. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Dewi Elyasha,

Aktivis Muslimah DIY

Loading

Views: 37

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA