Hidup Berkah dengan Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sungguh beruntung hidup di negeri bernama Indonesia. Keindahan alamnya bagaikan surga dengan kekayaan yang melimpah di dalamnya. Hutan yang luas berfungsi sebagai paru-paru bumi, menghadirkan udara segar sekaligus menjadi habitat berbagai satwa. Hutan juga berperan menyimpan cadangan air saat musim kemarau, menyerap limpahan air hujan, serta menahan tanah agar tidak terjadi banjir bandang dan tanah longsor.

 

Beragam tanaman, buah-buahan, dan sayur-sayuran tumbuh subur berkat sumber air dan curah hujan yang mencukupi. Sungai, danau, dan lautan menyediakan berbagai jenis ikan sebagai sumber pangan bergizi bagi penduduk. Negeri yang dilintasi garis khatulistiwa ini juga dianugerahi kekayaan tambang melimpah, seperti nikel, emas, batu bara, minyak bumi, dan sumber daya alam lainnya.

 

Dengan potensi alam sebesar itu, sudah seharusnya rakyat hidup nyaman dan sejahtera. Kesejahteraan semestinya terjamin. Namun faktanya, masih banyak rakyat hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka dibebani berbagai jenis pajak yang memberatkan, sementara APBN justru kerap mengalami defisit. Utang luar negeri berbasis riba pun terus membengkak dan dijadikan solusi utama.

 

Di sisi lain, para pejabat hidup dalam kemewahan dengan menjual perizinan pengelolaan sumber daya alam—yang sejatinya merupakan milik rakyat—kepada korporasi. Kewajiban mengurusi rakyat diabaikan demi kepentingan segelintir pihak. Penebangan hutan besar-besaran yang dilegalkan akhirnya mendatangkan bencana, menelan korban jiwa, dan menjadikan rakyat tak berdosa sebagai korban keserakahan penguasa.

 

Belum lagi korupsi yang merajalela di negeri dengan mayoritas penduduk muslim. Berbagai praktik haram dibiarkan, menutup pintu keberkahan dari langit dan bumi. Pinjaman online ribawi dan judi online dianggap lumrah. Zina pun dipandang sebagai hak individu dan bentuk kebebasan yang dilindungi sistem kapitalisme. Banyak syariat Allah dilanggar dan dinormalisasi. Hukum kapitalis justru melegalkan dosa-dosa besar yang diharamkan dalam Islam, sehingga negeri ini terus diliputi berbagai persoalan.

 

Hidup menjadi sulit dan penuh masalah karena syariat Allah ditinggalkan, sementara hukum buatan manusia dalam sistem demokrasi kapitalis dijadikan rujukan. Jika ingin kehidupan yang berkah, mudah, dan jauh dari berbagai krisis, maka syariat Islam dari Sang Pencipta harus diterapkan secara kafah dalam naungan Khilafah. Kehidupan islami akan menjaga seluruh masyarakat, termasuk para pejabat, dari perbuatan dosa, sehingga pintu keberkahan dari langit dan bumi terbuka lebar. Hidup menjadi lebih tenang, sejahtera, dan jauh dari bencana dengan Khilafah. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Mochamad Efendi,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 43

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA