Gaza: Potret Penjajahan di Era Modern

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Di bawah reruntuhan bangunan, di tengah kehilangan dan ancaman, penduduk Gaza, Palestina, tetap berdiri tegak menunaikan rangkaian ibadah Ramadan. Sejak agresi yang dimulai pada Oktober 2023, melalui investigasi Al Jazeera dilaporkan bahwa setidaknya ada 2.842 warga yang hilang dan tidak ditemukan jasadnya. Yasmin Mahani, seorang ibu yang tinggal di Gaza City, menjadi satu di antara ribuan warga Gaza yang menyaksikan bagaimana manusia hilang tanpa jejak setelah serangan Israel. Hal ini menjadi peristiwa yang semakin meyakinkan bahwa Israel telah menggunakan senjata termal dan termobarik dalam serangan-serangannya. Senjata yang sebenarnya dilarang penggunaannya secara internasional, tetapi digunakan oleh Israel untuk melenyapkan warga Gaza.

Untuk diketahui, senjata termal termobarik adalah senjata yang menggunakan energi termal untuk menghasilkan efek kerusakan atau penghancuran. Dalam eksekusinya, senjata ini menggunakan ledakan termobarik untuk menghasilkan gelombang kejut panas dan menghancurkan target. Inilah yang disaksikan sekaligus dialami oleh Yasmin Mahani ketika ia mencari suami dan putranya setelah serangan Israel di Sekolah Al-Tabin. Ia menemukan suaminya, sedangkan putranya sama sekali tidak ada jejak yang ditinggalkan.

Peristiwa ini seharusnya sudah cukup menjadi kunci untuk membuka mata dunia, terutama kaum muslim dan para pemimpinnya, agar mereka melihat dengan jelas betapa biadabnya Israel dan bahwa apa yang dilakukan Israel merupakan genosida. Sebuah kejahatan besar yang tidak dilihat oleh dunia, sebuah fakta yang membungkam negeri-negeri muslim beserta para pemimpinnya. Ketika warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi sasaran empuk kebiadaban Israel, mereka diam seribu bahasa dan menganggap serangan-serangan itu hanyalah konflik biasa. Kaum muslim hanya bisa bersuara, adapun para pemimpinnya sibuk bersekutu dengan Israel demi kepentingan-kepentingannya. Begitu pula PBB yang disebut sebagai polisi dunia bahkan tidak mampu menghentikan kebiadaban Israel. PBB menyolusikan gencatan senjata, namun tidak menghentikan serangan terhadap Palestina. Yang terjadi justru sebaliknya, Israel menyerang Gaza semakin brutal di tengah gencatan senjata hingga melenyapkan warga tanpa jejak serta menangkap warga sipil dan menyiksanya.

Genosida yang dilakukan Israel merupakan kejahatan besar yang tidak bisa ditoleransi, apalagi diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukannya telah melampaui batas dan tidak bisa dihentikan kecuali dengan jihad oleh tentara kaum muslimin. Mirisnya, hari ini para pemimpin negeri-negeri muslim tidak dapat mengirimkan tentara-tentaranya. Bantuan-bantuan yang dikirim oleh kaum muslim pun tidak dapat masuk dan diterima oleh penduduk Gaza. Hal ini karena kaum muslimin lemah dan tercerai-berai di bawah penguasaan kaum kafir Barat penjajah. Kaum muslimin hari ini layaknya anak ayam kehilangan induknya; mereka kehilangan perisai yang menjadi tameng, yaitu Khilafah yang menerapkan syariat Islam secara kafah. Dengan Khilafah, umat bersatu dan hidup sejahtera di bawah kepemimpinan syariat Islam yang mulia. Karena itu, genosida terhadap kaum muslim Gaza pun akan dapat dihentikan. Jihad untuk memerangi aktivitas genosida Israel adalah kewajiban, sedangkan jihad tidak dapat dilakukan tanpa adanya Khilafah yang menerapkan syariat Islam secara kafah. Maka, memperjuangkan tegaknya Khilafah merupakan hal utama yang harus dilakukan saat ini. Wallahualam bissawab.

Oleh: Liaul Faizin
Aktivis Muslimah

Loading

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA