Islam Kafah Solusi Tuntas Pergaulan Bebas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Nekat! Cinta ditolak, kapak bertindak. Itulah yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, di mana seorang mahasiswa bernama Raihan Mufazzar (21) membacok temannya, Faradilla Ayu Pramesti (23), yang hendak mengikuti sidang akhir. Aksi nekat itu dilatarbelakangi motif asmara (liputan6.com, 28/02/2026).

Sebelum kejadian viral pembacokan mahasiswi UIN tersebut, beberapa pekan sebelumnya juga terjadi penemuan seorang mahasiswi asal Cikarang Timur dalam kondisi meninggal dunia di Apartemen Riverview Tower Mahakam, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui datang ke lokasi bersama beberapa rekan dan diduga mengonsumsi obat penggugur kandungan yang diperoleh secara ilegal. Setelah mengonsumsi obat tersebut, korban mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia (liputan6.com, 16/02/2026).

Dari dua kejadian tersebut, lagi-lagi motif asmara menjadi pemicu. Rasa cinta yang dibalut pergaulan bebas memang bisa menjadi petaka bagi pelakunya. Dengan dalih atas nama kebebasan, para pemuda hari ini bertindak semaunya tanpa memikirkan dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain.

Perilaku pemuda hari ini yang dekat dengan aktivitas pergaulan bebas, kekerasan, dan pembunuhan menunjukkan bahwa sistem pendidikan sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan, telah gagal menjadikan pemuda yang berkepribadian Islam. Kepribadian yang dibentuk oleh sistem kapitalisme sekuler hari ini secara nyata hanya mengedepankan sisi keuntungan materi semata. Generasi hanya dipandang sebagai faktor ekonomi yang bernilai produktif. Nilai-nilai liberalisme sangat kental dalam pergaulan.

Berbeda dengan sistem Islam yang dibangun atas dasar akidah, dengan tujuan agar generasi memiliki kepribadian Islam (pola pikir dan pola sikap sesuai syariat Islam). Generasi dalam Islam dididik agar memiliki kesadaran untuk taat pada syariat, paham halal dan haram, memiliki pribadi yang bertanggung jawab, bertakwa, dan menguasai tsaqafah Islam yang mumpuni sehingga mampu menjadi pemimpin perubahan di tengah-tengah umat. Bukan hanya fokus pada capaian akademik atau keterampilan semata, namun kosong dari keimanan dan ketakwaan.

Sebagai sistem yang sempurna, Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah mahdhah saja seperti salat, zakat, haji, dan puasa. Islam juga mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem pergaulan. Islam mengatur bagaimana hubungan antara laki-laki dan perempuan. Hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram hanya sebatas dalam ranah pendidikan, muamalah, persanksian, dan kesehatan.

Islam juga mengatur agar laki-laki dan perempuan tidak berkhalwat (berdua-duaan), tidak berikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan), tidak mengumbar aurat, tidak bertabarruj (berdandan berlebihan), serta tidak melakukan safar tanpa ditemani mahram bagi seorang perempuan.

Masyarakat dalam Islam pun sangat kental dengan budaya amar makruf nahi mungkar. Masyarakat saling mengingatkan dalam kebaikan dan menentang kemaksiatan sehingga tercipta suasana yang mendukung ketaatan dan menjauhkan dari perilaku menyimpang. Sistem Islam pun akan menerapkan aturan dan sanksi sesuai hukum Islam untuk memberi efek jera serta menjaga keamanan dan kehormatan masyarakat.

Oleh karena itu, masihkah kita berharap pada sistem saat ini? Dari berbagai masalah yang terjadi pada generasi hari ini, jelas dibutuhkan satu sistem yang mampu memberikan solusi komprehensif. Sistem itu tak lain adalah penerapan Islam secara kafah di bawah institusi negara Khilafah. Dengan hal tersebut, generasi akan terlindungi dari berbagai kekerasan, kejahatan, dan kemaksiatan serta berbagai problematika kehidupan lainnya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Shintia Rizki Nursayyidah, S.Pd.
Aktivis Dakwah

Loading

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA