Tinta Media – Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyatakan bahwa korupsi merugikan semua pihak termasuk masyarakat.
“Celios memandang, lebih besar lagi bahwa korupsi itu merugikan semua pihak. Bukan hanya kerugian keuangan negara, tapi juga masyarakat,” ujarnya dalam program Live Diskusi: Korupsi Berujung Damai? di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Ahad (26/7/2026).
Pada tahun 2024, saat terjadi kasus korupsi pertamax, Nailul Huda mencontohkan, harga menjadi jauh lebih tinggi secara tidak wajar sehingga terjadi inefesiensi ekonomi, kegagalan pasar, dan lain-lain.
“Inilah yang menyebabkan bahwa korupsi itu tidak hanya merusak negara, tapi juga merugikan masyarakat secara luar biasa,” urainya.
Menilai apa yang menurutnya diinginkan Presiden Prabowo, Nailul Huda mengkhawatirkan, Prabowo tengah membangun state capitalism.
“State capitalism itu adalah negara bertindak sebagai pelaku bisnis utama yang mengendalikan semuanya untuk tujuan strategis nasional,” jelasnya.
PT DSI (Danantara Sumberdaya Indonesia) dan Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (LP PFII), sebutnya, adalah contoh nyata dari state capitalism yang tengah dibentuk Prabowo.
“Belum lagi program Kopdes (Koperasi Desa), dari laporan ICW menunjukkan rente sekitar 4 triliun (rupiah) termasuk kerugian ekonomi dari adanya inportasi pick up yang mencapai 30 triliun. Termasuk program MBG yang memiliki potensi kerugian yang sama. Ini semua adalah ketidakhematan, ketidakefisiensian, dan ketidakfektifan program negara,” bebernya.
Ia menilai, semua program di atas sangat merusak hati nurani masyarakat. Apalagi
ketidakhematan terjadi karena embel-embel program prioritas presiden. Kerugiannya pun terjadi saat penerimaan negara sedang turun.
“Yang lebih parahnya adalah ketika korupsi itu ada di pemerintah pusat. Sedangkan yang yang jadi korban adalah para pegawai di daerah. Transfer ke daerah itu semakin rendah. Ada banyak sekali PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang dirumahkan, mulai dari Malut (Maluku Utara) dan sebagainya,” imbuhnya prihatin.
Ketika korupsi merajalela, tandasnya, yang dirugikan bukan cuman keuangan negara tapi masyarakat secara luas mulai dari tidak hadirnya lapangan kerja, harus membayar harga yang lebih tinggi, pendapatan menurun, bisnis menurun, dan sebagainya yang pada akhirnya membuat kesejahteraan masyarakat juga menurun.
“Inilah yang dirasakan masyarakat akibat korupsi. Celios sudah berkali-kali sampaikan bahwa yang paling banyak dirugikan dari korupsi adalah masyarakat secara luas,” tutupnya.[] Erlina
![]()
Views: 1
















