Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menyatakan bahwa persatuan di atas iman dan akhlak akan mampu menghadapi berbagai ujian bagi umat Islam.
“Persatuan yang tidak berlandaskan nilai akan mudah retak ketika kepentingan berubah. Sebaliknya, persatuan yang dibangun di atas iman dan akhlak akan mampu bertahan menghadapi berbagai ujian sejarah,” tuturnya kepada Tinta Media, Jumat (14/8/2026).
Ahmad mengatakan bahwa Allah SWT telah memberikan resep kebangkitan yang sangat sederhana namun mendalam: “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 103),” kutipannya.
Ia menjelaskan, ayat ini menunjukkan bahwa persatuan bukan dibangun di atas kesamaan suku, bangsa, bahasa, organisasi, atau kepentingan politik, melainkan di atas komitmen bersama terhadap petunjuk Allah SWT.
Ia mengajak untuk merenungi bahwa persoalan terbesar umat Islam hari ini bukan terletak pada sedikitnya jumlah, tetapi pada pilihan antara menjadi kerumunan atau menjadi barisan.
“Kerumunan hanya memenuhi ruang, sedangkan barisan mengubah sejarah. Kerumunan mudah diombang-ambingkan oleh arus kepentingan dunia, sedangkan barisan berdiri tegak karena memiliki arah, pemimpin, dan cita-cita,” terangnya.
Hadis tentang ‘buih’, sebutnya bukanlah ramalan yang harus diterima sebagai takdir, melainkan peringatan agar umat melakukan muhasabah.
“Ketika penyakit al-wahn digantikan oleh keikhlasan, ketika ego digantikan oleh ukhuwah, ketika cinta dunia dikendalikan oleh orientasi akhirat, dan ketika ilmu kembali menjadi fondasi peradaban, maka umat Islam tidak lagi menjadi buih yang mengikuti gelombang, tetapi menjadi barisan kokoh yang mampu memberi arah bagi dunia,” tegasnya.
“Itulah hakikat khaira ummah: bukan umat yang paling banyak, melainkan umat yang paling mampu menghadirkan rahmat, keadilan, ilmu pengetahuan, dan kemuliaan bagi seluruh manusia,” tukasnya.
Karena itu, lanjut Ahmad, tak ada pilihan lain sebelum semua umat Islam menyesal di akhirat saatnya menyadari akan kelemahan ini. “Saatnya umat Islam melepaskan diri dari belenggu dan penjajahan negeri-negeri kafir,” serunya.
“Saatnya umat Islam membangun kembali barisan kokoh sebagai umat terbaik untuk mewujudkan peradaban Islam masa depan,” pungkasnya.[] Ajira
![]()
Views: 0
















