Anak-Anak Jadi Korban Kebrutalan Zionis di Tepi Barat, Dunia Hanya Bisa Mengecam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Genosida yang terjadi di Tepi Barat oleh para pemukim Yahudi masih berlangsung dengan intens. Sejak 8 Oktober 2023, pasukan Israel dan penduduk ilegal telah membunuh lebih dari 1.200 warga Palestina di Tepi Barat, melukai lebih dari 10.000 orang, serta menahan lebih dari 30.000 orang. Pada Januari 2024 dan Juli 2026, PBB telah mengonfirmasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dengan lebih dari satu anak meninggal setiap minggu. Lebih dari 1.500 anak mengalami cedera, dengan hampir separuh di antaranya menderita luka karena senjata tajam. Bahkan, 355 anak Palestina dari Tepi Barat saat ini sedang ditahan oleh pihak militer Israel. Dalam satu bulan, jumlah serangan dapat mencapai angka 2. 256. 

Kejahatan Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina terbukti sangat biadab dan menjijikkan, serta menimbulkan trauma, penderitaan, dan kerusakan nyata bagi anak-anak Palestina. Zionis sengaja meningkatkan  teror, ribuan serangan, pengusiran, perampasan, dan genosida dalam senyap untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka berhasil menguasai Gaza.

Komisi Penyelidik PBB melaporkan bahwa Israel dengan sengaja menargetkan anak-anak Palestina, yang berdampak pada terjadinya genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, serta kejahatan perang di Jalur Gaza dan di Tepi Barat yang sedang diduduki. Laporan terbaru dari komisi tersebut menyebutkan bahwa pemerintah dan pasukan keamanan Israel secara sengaja melakukan tindakan yang menyebabkan kematian serta penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap ratusan ribu anak Palestina.

Pembunuhan terhadap anak-anak Palestina tetap terjadi meskipun telah diumumkan gencatan senjata sejak Oktober 2025 lalu. Komisi tersebut mengklaim memiliki dasar cukup kuat untuk menyatakan bahwa tindakan-tindakan Israel merupakan bagian dari strategi yang direncanakan secara sengaja untuk menghancurkan masa depan rakyat Palestina dengan menargetkan anak-anak mereka. Israel secara langsung menargetkan anak-anak  dengan menembak bagian tubuh penting mereka menggunakan senjata presisi, seperti drone quadcopter dan penembak yang sangat akurat, serta menggunakan senjata yang meledak dengan kekuatan besar dalam serangan terhadap bangunan rumah, sekolah, dan kamp pengungsi yang dihuni anak-anak.

Kejahatan Zionis pada anak-anak Palestina harus dilawan. Sayangnya, baik PBB,  dunia, atau para penguasa di negeri muslim justru bungkam dan tak berani memerangi Zionis Israel.

Dari segi politik, menguasai Tepi Barat berarti mencegah terbentuknya sebuah negara Palestina yang bebas dan mandiri. Oleh karena itu, Tepi Barat menjadi pusat pengembangan pemukiman dan kontrol kolonial Israel.

Apa yang terjadi di Tepi Barat saat ini bukan hanya tentang pengembangan pemukiman atau kekerasan dan terorisme yang terjadi secara acak. Sebaliknya, itu adalah proyek kolonial yang dilakukan oleh pemukim yang terorganisir untuk mengambil alih seluruh wilayah, mengusir atau menghilangkan para penduduk setempat serta pemilik tanah, dan menerapkan kekuasaan Israel secara penuh.

Diamnya dunia di bawah kepemimpinan kapitalisme global Amerika terhadap genosida dan penjajahan di Palestina menjadi bukti bahwa penjajahan Zionis ini lahir dari sekularisme dan kapitalisme, yang terus-menerus memperluas pengaruhnya di tanah umat Islam, termasuk wilayah Tepi Barat.

Tepi Barat bukan wilayah Gaza, tetapi di dalamnya terdapat Yerusalem, Baitulmaqdis, serta luasnya mencapai 15 kali lipat daripada Gaza.  Itu bagian dari tanah umat Islam yang wajib dijaga. Saat ini di kawasan Tepi Barat  terjadi konflik horizontal yang disusun oleh Zionis. Beberapa orang sengaja diundang ke wilayah tersebut untuk menyerang pemukiman muslim yang ada, dengan cara membakar dan merobohkan rumah-rumah mereka. 

Ini adalah proyek ideologi kapitalisme Zionis yang terorganisir untuk mengambil alih seluruh wilayah, mengusir atau menghilangkan para penduduk setempat serta pemilik tanah, dan menerapkan kekuasaan Israel secara penuh walaupun dengan membantai anak-anak secara membabi buta.  Lebih dari itu, lemahnya kesadaran penguasa muslim terhadap integritasnya pada ajaran Islam juga memberi ruang tumbuh suburnya Zionisme ini.

Genosida yang dilakukan Zionis terhadap anak-anak merupakan kejahatan perang dan kemanusiaan yang sangat luar biasa kejam. Walaupun banyak yang mengecam, tetapi hal tersebut tidak berdampak apa pun. Anak-anak di Palestina terus dibantai dan meregang nyawa, bahkan mengalami trauma psikis yang akut.

Padahal, dalam agama Islam, anak-anak dianggap sebagai amanah atau titipan dari Allah Swt. yang harus dijaga, dicintai, dan dilindungi hak-haknya baik secara fisik, psikologis, serta keimanan, dari setiap bentuk kekerasan, penelantaran, maupun eksploitasi.  Islam jelas mengharamkan pembiaran kejahatan pada anak-anak dan kemanusiaan secara total.

Oleh karena itu, pembebaskan Palestina dari genosida dan penjajahan sebenarnya memerlukan ukhuwah Islam dalam satu komando dari seorang khalifah. Melalui institusi politik Islam yang disebut Khilafah, negara-negara muslim yang sekarang terpisah karena ikatan nasionalisme berdasarkan konsep negara bangsa akan kembali bersatu. Khalifah akan mempersatukan semua muslim untuk melakukan jihad melawan Zionis.

Tentu saja dibutuhkan upaya yang terorganisir dan sistematis untuk menyebarkan pemahaman Islam dalam menyelesaikan permasalahan Palestina. Di sinilah pentingnya peran perjuangan politik Islam yang dimotori oleh komunitas dakwah Islam ideologi, agar umat Islam dapat mengarahkan segala upaya dalam menciptakan lembaga politik yang mampu menyatukan negeri-negeri muslim dalam satu institusi negara Khilafah.

Wallahu’alam bisshawwab.

Oleh: Thaqiyunna Dewi, S.I.Kom
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA