101 Tahun Tanpa Khilafah, Ustaz Syamsuddin Al Wahidah: Kesenjangan Kaya Miskin Semakin Menganga

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1Ckx-BWuMWKwsP7uQ4ckW8gd_0m3uYVoO
Tinta Media – Menanggapi 101 tahun tanpa khilafah, Pengasuh Majelis Taklim Bustanul Amilin Ustaz Syamsuddin Al Wahidah mengatakan, kesejangan antara kaya dan miskin semakin menganga
“Kesenjangan kaya miskin menganga, pembunuhan,
pencurian, pemerkosaan, angka bunuh diri, kerusakan lingkungan semuanya memprihatinkan,” tuturnya kepada Tinta Media, Sabtu (26/2/2022).
Hal ini lumrah terjadi, karena menurutnya, Umat Islam mengabaikan sistem Islam itu sendiri dan lebih memilih menggunakan sistem Kapitalisme.
Memang pasca runtuhnya Khilafah 101 tahun yang lalu, katanya, penguasa dunia adalah Kapitalisme dan Sosalisme, meski terlihat mewah melimpah namun sebenarnya rapuh dan menimbulkan kesengsaraan umat Islam khususnya, umat manusia pada umumnya.
“Kita bisa bandingkan zaman Khalifah Abu Bakar, qadlinya adalah Umar, pengadilan sepi tidak ada kasus, hingga Umar minta mundur jadi qadli. Bandingkan dengan sekarang, kasus pengadilan menumpuk tidak ada habisnya, padahal kantor pengadilan banyak,” ujarnya.
Cak Syam Bangil, sapaan akrabnya, juga menyerukan agar kembali kepada aqidah dan syariah Islam, baik secara induvidu maupun negara, tanpa ada kompromi lagi.
“Yang harus dilakukan umat adalah kampanye, kampanye syariah dan Khilafah secara terus menerus sampai umat rindu syariah dan muak dengan kapitalisme,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Loading

Views: 1

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA