FDMPB Ungkap Hal Penting di Balik Euforia Revolusi Suriah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Menanggapi jatuhnya rezim Bashar Assad yang dikenal dengan revolusi Suriah, Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) DR. Ahmad Sastra mengungkapkan hal penting di balik peristiwa tersebut.

“Di tengah euforia revolusi Suriah, ada hal penting, sesungguhnya peristiwa ini dikendalikan oleh Turki dan AS dengan tujuan mendorong solusi politik baru di Suriah,” ujarnya kepada Tinta Media, Sabtu (14/12/2024).

Menurutnya, kemungkinan besar Turki dan AS menginginkan pembentukan sistem pemerintahan koalisi di Suriah dengan beberapa wilayah memiliki otonomi khusus, seperti model Kurdistan Irak.

“Inilah mengapa, revolusi itu tampak begitu mudah dalam waktu yang sangat singkat,” ujarnya.

Itulah, jelasnya lagi, mengapa Amerika tidak terkejut dengan serangan yang dilakukan oleh oposisi Suriah.

Ia mengutip pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan yang mengatakan ‘Kami tidak terkejut dengan eksploitasi oposisi bersenjata Suriah terhadap keadaan baru ini’ seperti dilansir Al Jazeera Net, 12/1/2024.

Ia juga mengutip pernyataan Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Sean Savitt yang mengatakan, “Amerika Serikat, bersama mitra dan sekutunya, mendesak deeskalasi, perlindungan warga sipil dan kelompok minoritas, dan dimulainya tindakan yang serius dan kredibel proses politik yang dapat mengakhiri perang saudara ini untuk selamanya.”

“Amerika yang memegang kendali atas solusi tersebut akan mewujudkan kepentingan Yahudi, seperti yang dijamin Amerika kepada mereka dalam perjanjian gencatan senjata antara Yahudi dan Lebanon dini hari tanggal 27 November 2024,” jelasnya.

Pada hari yang sama, lanjutnya, memulai konfrontasi militer di Suriah, dan kemudian mencegah Iran kembali dengan momentum militer ke teater Suriah untuk mendukung partainya di Lebanon, yaitu memutus komunikasi militer darat antara Iran dan partainya di Lebanon.

”Hal-hal tersebut terindikasi dari pernyataan pejabat Amerika dan Turki yang diuraikan di atas terkait melancarkan serangan di Suriah,” imbuhnya.

Ia menilai, awalnya pergerakan ini tampaknya merupakan pesan peringatan kepada Bashar Assad karena tidak merespons permintaan Presiden Turki Erdogan yang meminta Assad untuk bersedia berunding dalam kerangka normalisasi hubungan. Namun, Assad menolak dengan menuntut penarikan pasukan Turki dan terus menunda proses tersebut.

“Hal ini memicu Erdogan untuk memberikan lampu hijau kepada HTS dan Tentara Nasional Suriah untuk bergerak, tetapi eskalasi di luar rencana. Serangan yang dimulai dengan tujuan untuk membebaskan zona deeskalasi di sekitar Idlib berkembang lebih jauh,” paparnya.

Ia melanjutkan, rakyat Suriah yang telah lama menderita akibat rezim Assad turut bergabung, melampaui batas-batas zona yang direncanakan hingga akhirnya mencapai Damaskus.

“Tentara Suriah, yang juga tidak puas dengan Assad, menunjukkan perlawanan minimal, menyebabkan rentetan kekalahan rezim dalam waktu singkat,” ujarnya.

Terkejut

Ahmad menjelaskan, Iran dan Rusia, keduanya terkejut dengan perkembangan ini. Rusia memperkuat keamanan di pangkalan militer mereka di Khmeimim dan Tartus, sementara Iran berupaya mendamaikan situasi dengan Turki melalui jalur diplomasi. Sedangkan Turki, sambungnya, awalnya menginginkan penyelesaian politik dengan Assad, tetapi karena Assad terus menunda, Turki menggerakkan faksi-faksi oposisi dengan persetujuan Amerika Serikat.

”AS mendukung proses politik yang akan menghasilkan solusi damai sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254. Sementara itu, Zionis mengawasi perkembangan ini dengan cermat, terutama terkait potensi peningkatan pengaruh Iran di Suriah,” paparnya.

Dengan demikian, simpulnya, revolusi Suriah yang menumbangkan rezim bengis Assad sesungguhnya telah didesain oleh Turki dan Amerika.

”Mudah ditebak, bahwa pemerintah yang akan berdiri pasca revolusi adalah pemerintah sekuler yang pro Amerika,” pungkasnya. []’Aziimatul Azka

Loading

Views: 23

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA