Pakar Fikih: Ada Peluang Tegaknya Khilafah di Suriah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Runtuhnya rezim Suriah Bashar Al-Assad oleh kelompok Hai’at Tahrir Al-Syam (HTS) di bawah komando Abu Muhammad Al-Jaulani, dinilai Pakar Fikih Kontemporer KH Shiddiq Al-Jawi ada peluang pembaiatan untuk kepemimpinan khilafah.

“Apakah ada peluangnya tegaknya Khilafah di Suriah, yang ditandai dengan adanya pembaitan khalifah sebagai pemimpin khilafah? Jawabannya ada peluang untuk itu, terlepas besar kecilnya peluangnya,” ungkapnya dalam acara kajian Fikih Kontemporer dengan tajuk Empat Syarat Pembaitan Khalifah Untuk Kasus Suriah Dewasa Ini, Jumat (13/12/2024) di kanal Youtube Al-Khilafah.

KH Shiddiq membeberkan faktor penguat dan faktor pelemahnya terkait peluang tersebut.

“Faktor penguatnya adalah diantaranya, negara-negara yang selama ini menjadi pendukung setia Suriah (rezim Bashar Assad) yaitu Iran dan Rusia, sedang sibuk dengan urusan-urusan masing-masing,” ungkapnya.

Sedangkan faktor pelemahnya yang sangat perlu diperhatikan menurutnya, adalah belum kuatnya HTS untuk menyingkirkan sistem sekuler yang ada dan menggantinya dengan sistem khilafah guna menerapkan syariat Islam secara kaffah.
“Yang kedua HTS masih ragu akan dapat melepaskan diri dari pengaruh Turki yang selama ini menyokong HTS, karena Turki sesungguhnya adalah proxy-nya Amerika Serikat yang menjadi sutradara sejati politik Timur Tengah,” bebernya.
Andai

KH Shiddiq membeberkan andai HTS benar-benar memproklamirkan tegaknya khilafah di Suriah, namun masih perlu diuji, apakah sudah memenuhi empat syarat-syarat (kekuasaan, keamanan, negeri yang sudah menerapkan syariat Islam, khalifah yang dibaiat) tadi atau belum.

“Maupun satu syarat untuk orang yang dibaiat menjadi khalifah, apakah memenuhi tujuh syarat bai’at in’iqad untuk khalifah yang dibaiat,” jelasnya.
Karena menurutnya, syarat-syarat tersebut adalah patokan untuk menganalisis khilafah yang diumumkan tegak di sana, apakah khilafah sejati, yaitu khilafah ala minhajin nubuwah atau hanya palsu alias khilafah abal-abal.
“Seperti Islamic State Irak Suriah (ISIS) yang tidak memenuhi syarat-syarat syar’i tersebut,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi

Loading

Views: 19

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA