Tinta Media – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Muhyiddin Junaidi, mengungkapkan peran Amerika Serikat (AS) dalam merusak stabilitas keamanan Iran. Hal ini ia sampaikan dalam program Fokus: Krisis Iran, Ada Apa? Di kanal YouTube UIY Official, Ahad (18/1/2026).
“Amerika Serikat mengirim begitu banyak mercenaries (orang-orang bayaran) baik itu para insinyur, para tokoh, dan kelompok-kelompok mantan anggota ISIS. Tugasnya melakukan kerusuhan, mengguncang dan merusak stabilitas keamanan di Iran dengan berbagai macam cara mereka,” ungkap Kiai Muhyidin.
“Kalau tidak salah terakhir itu sudah dikumpulkan. Ditemukan 3000 para perusuh asing dari mancanegara yang dibayar. Ternyata siapa di balik itu? Adalah Mossad (intelijen Israel) juga orang-orang CIA (intelijen AS). Tujuannya, ingin menciptakan instabilitas dalam negeri Iran,” sebutnya.
Kerusuhan yang diakibatkan para perusuh asing itulah, menurut Kiai Muhyiddin, yang dijadikan sebagai alasan bagi Presiden AS Donald Trump untuk menyerang secara militer ke Iran.
“Tapi apa yang dilakukan ternyata tidak bertahan begitu lama akhirnya Desember. Kemudian tanggal 8 Januari dan tanggal 9 Januari itu demonstrasi sudah bisa dipadamkan,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai narasi demonstrasi besar-besaran yang digambarkan media internasional kerap dilebih-lebihkan untuk membentuk persepsi seolah rezim di Teheran berada di ambang kejatuhan.
“Ternyata (opini) media juga sudah begitu dikuasai oleh mereka seakan-akan demo itu sangat besar, padahal jumlahnya tidak seberapa. Agar mendapatkan public attention, maka para pendemo menggunakan tindak kekerasan, membakar masjid, membakar fasilitas umum, membunuh orang yang tidak mau ikut berdemo dengan mereka they have already created (sudah menciptakan) rasa ketakutan dengan menggunakan cara teror dan lain sebagainya,” nilainya.
Alhamdulillah, ucapnya, setelah itu publik dan warga Iran sadar ternyata itu semua permainan keji Donald Trump yang didukung oleh Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.
Tujuan AS
Kiai Muhyiddin menjelaskan tujuan AS melakukan itu adalah bagian dari upaya menguasai negara-negara pemilik minyak besar. Pasalnya, AS sedang mengalami krisis ekonomi yang dahsyat, utangnya hampir 37 triliun US Dollar.
“Sehingga tidak ada solusi terbaik bagi Donald Trump kecuali mengambil sumber daya dan kekayaan alam dari negara-negara pemilik minyak terbesar,” jelasnya.
Apalagi, tambahnya, Iran sudah memperkaya uranium dan memproduksi nuklir. Maka AS dan Israel bersepakat untuk menggulingkan rezim yang legitimate (sah) di Iran yaitu membunuh Ayatullah Ali Khameini dan orang-orang dekatnya. “Kalau bisa mengasingkan mereka ke negara lain seperti negara sahabatnya adalah Rusia,” imbuhnya.
Konspirasi Musuh Islam
Kiai Muhyidin lantas mengingatkan, agar umat Islam menyadari betul bahwa memang konspirasi musuh Islam itu sangat high (tinggi) dan mereka menggunakan teknologi tinggi untuk melakukan penyusupan berita-berita.
Ia mengajak umat Islam Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, bersikap dewasa dalam menyikapi informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi konflik yang menurutnya sarat kepentingan politik internasional.
“Umat Islam Indonesia harus cerdas menyaring berita dan menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa dan negara,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 27
















