Om Joy: Hubungan Ruhiah dengan Allah Menentukan Daya Tahan Bangsa

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Jurnalis Senior Joko Prasetyo mengungkapkan adanya hubungan ruhiah dengan Allah SWT menentukan daya tahan sebuah bangsa.

“Hubungan ruhiah dengan Allah SWT yang sering justru menentukan daya tahan sebuah bangsa,” ujarnya kepada Tinta Media, Kamis (28/5/2026).

Om Joy menyebutkan AS dan Israel unggul dalam teknologi militer modern. Namun satu fakta besar tidak bisa diabaikan: Iran ternyata tidak runtuh cepat seperti yang diperkirakan banyak pihak.

“Teknologi memang bisa menghancurkan target. Namun tidak otomatis mampu menghancurkan: keyakinan, loyalitas, mental survival, dan daya tahan ideologis,” jelasnya.

Om Joy membeberkan bahwa sejarah berkali-kali menunjukkan: bangsa yang memiliki ketahanan moral dan ruhiah sering mampu bertahan jauh lebih lama daripada perkiraan lawannya, meskipun secara teknologi tidak selalu unggul.

Menurutnya ini bukan mengabaikan kekuatan materi malah Islam justru memerintahkan umat membangun kekuatan strategis.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Anfal ayat 60. “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, yang dengan persiapan itu kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian…” (QS al-Anfal: 60).

Hal tersebut juga sejalan yang diterangkan dalam 𝐷𝑎𝑖𝑟𝑎𝑡 𝑇𝑖𝑘𝑛𝑢𝑙𝑢𝑗𝑖𝑦𝑎 𝑎𝑙-𝑀𝑎’𝑙𝑢𝑚𝑎𝑡 𝑤𝑎 𝑎𝑙-𝐼𝑡𝑡𝑖𝑠ℎ𝑎𝑙𝑎𝑡 (Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi) tahun2026, yang mana menjelaskan penguasaan teknologi informasi dan keamanan siber merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan negara dan menghadapi musuh.

“Artinya, umat Islam diperintahkan: menguasai teknologi, memperkuat keamanan informasi, membangun strategi modern, dan memanfaatkan AI untuk menjaga umat,” jelasnya.

Persatuan Politik Umat

Islam kata Om Joy, tidak hanya berbicara tentang persatuan spiritual, tetapi juga persatuan politik umat.

Hal ini menurutnya diperkuat dalam 𝑀𝑢𝑞𝑎𝑑𝑑𝑖𝑚𝑎ℎ 𝑎𝑑-𝐷𝑢𝑠𝑡𝑢𝑟 (Mukadimah Konstitusi) karya Syeikh Taqiyuddin An Nabhani yang mengatakan keberadaan khalifah merupakan kewajiban 𝑠𝑦𝑎𝑟’𝑖 untuk menerapkan hukum Allah dan mengurus urusan umat.
.
Begitu yang disampaikan Imam al-Qurthubi (w. 671 H/1273 M) dalam 𝑇𝑎𝑓𝑠𝑖𝑟 𝑎𝑙-𝑄𝑢𝑟𝑡ℎ𝑢𝑏𝑖 juga menjelaskan, pengangkatan imam/khalifah merupakan kewajiban agar hukum-hukum syariat dapat ditegakkan.

“Oleh karena itu, persatuan politik umat bukan sekadar romantisme sejarah, tetapi bagian dari kewajiban syariat,” tutupnya.[] Muhammad Nur

Loading

Views: 24

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA