Tinta Media – Menanggapi euforia gencatan senjata di konflik Palestina, melalui pernyataan sikapnya Ketua Forum Masyarakat Muslim Semarang Ustadz Abdullah menegaskan gencatan senjata, bukan berarti mengakhiri penjajahan Israel di bumi Palestina.
“Gencatan senjata meski memberikan kelegaan sementara waktu, tetapi tidak berarti penjajahan Israel atas Palestina berakhir,” ujarnya dalam acara Isra’ Miraj Long March Aksi Bela Muslim Palestina dari Masjid Baiturrahman Semarang sampai Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah Ahad (2/2/2025).
Sebab ujarnya, Israel dengan dukungan negara-negara besar, seperti AS dan Eropa akan terus menjajah negeri Palestina di bawah penjajahan mereka.
“Mereka pasti sedang menyusun makar bengis terhadap umat Islam khususnya di Palestina,” tegasnya.
Adapun solusi-solusi yang ditawarkan negara-negara penjajah tersebut, bebernya, sejatinya tidak mengembalikan kebebasan di negeri Palestina.
“Rancangan dua negara versi AS adalah rancangan penjajahan sesungguhnya,” bebernya.
Rancangan itu tuturnya, seolah-olah digambarkan sebagai jalan keluar krisis di Palestina.
“Namun hakikatnya memberikan tempat bagi kaum zionis Israel, dan pengakuan kedaulatan negara Israel laknatullah alaihim di negeri Palestina, dan demi melanggengkan hegemoni kapitalisme di muka bumi,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi
![]()
Views: 2
















