Matinya Naluri Keibuan, Akibat Impitan Ekonomi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Matinya Naluri Keibuan, Akibat Impitan Ekonomi

Tinta Media – Dikutip dari tempo.co, Medan. Satreskim Polrestabes Medan
meringkus empat perempuan yang terlibat jual dan beli bayi seharga Rp 20 juta
di Kabupaten Deli, Serdang Sumatera Utara. Bayi tersebut adalah anak kandung
dari salah satu pelaku yang ditangkap, keempat pelaku yang ditangkap berperan
sebagai penjual, pembeli dan perantara. “Penyerahan uang yang dilakukan
secara bertahap, pertama 5 juta, kedua 15 juta.” kata Madya didampingi
kepala seksi Humas Polrestabes Medan, Inspektur satu Nizar Nasution. Kamis, 15
Agustus 2024

Pelaku yang sebagai ibu kandung mengatakan bahwa dia
melakukannya karena alasan terimpit ekonomi. Sedangkan pelaku yang membeli
mengatakan tidak mempunyai anak. Nah, inilah hasil dari sistem demokrasi yang
lagi-lagi menyengsarakan umat, terutama kaum ibu. Bagaimana kaum ibu mau fokus
membesarkan anak, sedangkan disisi lain kaum ibu memikul beban yang amat berat,
di tengah harga sembako yang serba naik, BBM naik begitu pun biaya pendidikan dan
kesehatan yang mahal, juga permasalahan lainnya yang tidak kalah peliknya.

Impitan ekonomi jika terus di biarkan tanpa solusi jelas
akan berpeluang menghilangkan akal sehat, dan matinya naluri keibuan. Terlebih
supporting system tidak berjalan baik karena sama-sama miskin ataupun
individualistis. Belum lagi abainya negara, terhadap penyediaan lapangan kerja
bagi para suami. Hal ini sangat erat dengan sistem yang di terapkan saat ini.
Hal ini tampak dari hal serupa yang banyak terjadi. Gagalnya sistem pendidikan
untuk membentuk pribadi takwa semakin memperparah kepribadian masyarakat.

Sedangkan sistem Islam menetapkan peran negara sebagai Ro’in
(Pengurus). Kesejahteraan akan menjadi kewajiban negara untuk mewujudkan
kemakmuran rakyat dalam bingkai syariat Islam. Islam memiliki sistem ekonomi
yang kokoh dan mampu menyejahterakan rakyat, melalui berbagai mekanisme yang
adil dan merata hingga terbukti semua kebutuhan dasar rakyatnya, termasuk
banyaknya lapangan pekerjaan. Sehingga kaum ibu tidak ikut terbebani untuk
mencari nafkah ataupun melakukan aktivitas jual beli yang diharamkan dan   mematikan nalurinya sebagai ibu.

Islam juga memiliki sistem pendidikan yang akan membentuk anak
didik yang cerdas dan berkepribadian Islam. Media juga akan berperan mendukung
terbentuknya keimanan dan ketakwaan masyarakat. Penerapan Islam secara kaffah
(menyeluruh) akan mewujudkan optimalnya fungsi keluarga dan kesejahteraan
rakyat.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Oleh: Ummu Aisha, Tinta Media 

Loading

Views: 25

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA