Bullying, Bukti Rusaknya Generasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media-Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ledakan di SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Fokus penyelidikan diarahkan pada dugaan bahwa terduga pelaku mungkin merupakan korban bullying. “Kami harus memastikan seluruh informasi yang kami terima diperiksa secara teliti untuk menghindari kesimpangsiuran,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

 

Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan belum dapat memeriksa saksi karena mereka masih menjalani perawatan medis. Sebelumnya, ledakan terjadi di SMA 72 dan seorang siswa menyebutkan bahwa terduga pelaku—siswa kelas 12—dikenal pendiam serta memiliki ketertarikan terhadap hal-hal ekstrem, seperti terorisme dan video perang.

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa identitas terduga pelaku telah diketahui dan kini sedang menjalani operasi akibat luka yang dideritanya. Motif dan latar belakangnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (CNN Indonesia, 08/11/2025)

 

Fenomena bullying telah menjadi masalah serius di berbagai daerah, mencerminkan adanya persoalan sistemis dalam dunia pendidikan. Pengaruh media sosial memperparah keadaan karena perilaku bullying kerap dianggap sebagai bahan lelucon atau hiburan. Hal ini menunjukkan adanya krisis adab dan kegagalan pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai moral.

 

Media sosial juga kerap menjadi inspirasi bagi korban bullying untuk melakukan tindakan berbahaya sebagai bentuk pelampiasan dendam atau kemarahan. Artinya, bullying tidak hanya menyakiti korban, tetapi juga berpotensi memunculkan tindakan destruktif lainnya.

 

Sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini. Agama hanya dianggap penting dalam urusan ibadah ritual. Sementara itu, urusan kehidupan sehari-hari diatur oleh aturan manusia yang kerap bertentangan dengan nilai-nilai moral agama.

 

Sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan saat ini telah menjerumuskan generasi muda dalam pola hidup bebas dan hedonis. Mereka cenderung melakukan apa pun demi kepuasan pribadi, bahkan jika harus menyakiti, membully, atau melanggar hak orang lain. Aturan agama dan hukum negara diabaikan karena yang diutamakan hanyalah kesenangan pribadi.

 

Dalam sistem ini, hukum kerap bisa dipermainkan oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan uang. Banyak pelaku kejahatan tidak takut pada hukum karena dapat membeli kebebasan. Akibatnya, kejahatan terus meningkat tanpa efek jera sebab tidak ada sistem yang benar-benar mampu menegakkan keadilan secara menyeluruh.

 

Solusi untuk Menghentikan Bullying

 

Solusi menghentikan aksi bullying hanya dapat terwujud dengan penerapan aturan Islam secara komprehensif. Dalam Islam, bullying jelas dilarang sebagaimana firman Allah dalam QS al-Hujurat: 11, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok).”

 

Dalam sistem Islam, pendidikan berlandaskan penguatan akidah, dimulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat yang saling mengingatkan dalam kebaikan (amar makruf nahi mungkar). Pendidikan Islam menekankan akhlak mulia—kasih sayang, empati, dan penghormatan terhadap sesama.

 

Negara juga berperan penting dalam menerapkan hukum sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah agar menjadi pencegah (zawajir) sekaligus penebus (jawabir) bagi pelanggar. Sistem hukum Islam yang adil dan tegas akan melindungi korban sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku.

 

Selain itu, masyarakat perlu berperan aktif dalam membangun budaya saling menghormati, menumbuhkan empati, dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, akan terwujud masyarakat yang harmonis, beradab, dan bebas dari bullying. Wallahualam bissawab.

Oleh: Rukmini,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 31

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA