“Kampung Narkoba” di Surabaya: Awal Kelam Perjalanan Remaja Menuju Jerat Narkoba

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat. Remaja yang diharapkan menjadi penerus bangsa justru makin rapuh. Generasi tangguh dan cerdas yang dulu menjadi harapan, kini seolah hanya tinggal kenangan. Baru-baru ini, 15 siswa SMP di Surabaya dinyatakan positif narkoba. Kejadian ini terjadi di Jalan Kunti, yang dikenal sebagai “kampung narkoba” di Kecamatan Semampir, Surabaya. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim, Kombes Pol M. Suhanda, menyatakan bahwa pihaknya terus menelusuri asal-usul barang yang mengakibatkan 15 siswa positif narkoba serta melanjutkan upaya membersihkan kawasan Kunti dari jaringan peredaran narkoba (KumparanNews, 14/11/2025).

 

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi di negeri kita? Remaja sebagai generasi penerus bangsa rusak karena sistem kapitalisme yang saat ini diemban. Negara tidak menjalankan peran sebagaimana mestinya untuk melindungi rakyat, bertindak tegas, dan mencegah peredaran narkoba yang begitu liar.

 

Hal ini sangat berbeda dengan Islam. Islam mendorong pendidikan berbasis akidah sejak dini. Remaja membutuhkan keteladanan, bukan hanya hukuman. Mereka perlu ditanamkan tauhid, rasa diawasi Allah, serta berada dalam lingkungan yang saleh. Semua itu membutuhkan peran keluarga, masyarakat, dan negara. Keluarga menjadi benteng utama dengan komunikasi yang hangat, mengenali pergaulan anak, serta membina ibadah mereka. Masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas positif dan menjauhkan dari pergaulan bebas. Sedangkan, negara wajib melindungi, menindak tegas peredaran narkoba, dan menyediakan rehabilitasi bagi para korban.

 

Selama negara tetap menganut sistem kapitalisme, upaya mencetak generasi cemerlang akan sia-sia. Hanya dengan sistem Islam, persoalan di negeri ini—termasuk pemberantasan narkoba—bisa dituntaskan. Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan, dari urusan individu hingga negara. Remaja diberikan pendidikan sesuai syariat Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah, ditanamkan akhlak, perilaku, serta keimanan yang kuat sehingga tidak mudah terjerumus dalam hal-hal negatif. Komunikasi harmonis antara orang tua dan anak juga menciptakan keterbukaan dan kepercayaan dalam menghadapi masalah.

 

Dengan Islam, remaja tidak akan terseret jaringan narkoba karena mental dan akhlaknya sudah dibentengi keimanan yang kukuh serta keyakinan akan pengawasan Allah Swt. Negara Islam pun akan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang menyimpang dari syariat, sehingga tidak akan ada lagi kawasan seperti Jalan Kunti yang dikenal sebagai kampung narkoba. Semua berjalan sesuai dengan aturan Islam. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ana Sholihah,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 30

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA