Investasi Kapitalisme ala Prabowo

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Perekonomian mengungkapkan bahwasanya beberapa negara maju kerap kali meminta Indonesia untuk berinvestasi di wilayah mereka.

“Beberapa negara sebetulnya meminta kita juga untuk investasi di negaranya masing-masing seperti Filipina meminta begitu, India juga meminta begitu, semua konsep sebetulnya belajar dari Indonesia,” ujarnya dalam acara Launching Trade Expo Indonesia ke-40 di Kementrian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Februari 2025 (cnnindonesia.com, Jum’at 21/02/2025).

Danantara atau Daya Anagata Nusantara merupakan sistem ekonomi kapitalisme ala pemerintahan Prabowo. Presiden Prabowo Subianto mengambil risiko tinggi dalam pembentukan Badan Pengelola investasi Danantara. Danantara akan mengelola aset dan deviden BUMN menjadi jaminan investasi. Pengurus Danantara dan BUMN menjadi kebal hukum dalam keputusan bisnis.

Kapitalisme tak henti-hentinya mencari celah untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa perduli rakyat yang akan menjadi korban. Uang rakyatlah yang dijadikan modal raksasa untuk dipertaruhkan dalam persaingan bebas global oleh para oligarki minerba dan sawit.

Pembentukan Danantara ini merupakan desain ekonomi yang telah disiapkan kapitalisme, di mana para oligarki yang menjadi tim suksesnya dan penikmat hasilnya. Jika investasi Danantara ini gagal maka uang rakyat pun hilang. Investasi ini berharap dapat memperkuat perekonomian nasional dan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kebijakan-kebijakan yang di luar nalar namun beginilah faktanya jika pemimpin di negeri ini mengabaikan aturan Allah dan Rasul-Nya dan lebih memilih aturan yang dibuat oleh manusia yang berdasarkan hawa nafsu yakni sistem sekuler kapitalisme. Maka kerusakan demi kerusakan mulai tampak seperti kriminalitas, kemaksiatan, kezaliman, serta tindak korupsi semakin meningkat. Lalu apa yang didapat oleh rakyat dengan pemimpin yang seperti ini? Hanya kemiskinan dan kesengsaraan yang mereka dapat.

Jauh berbanding terbalik dengan aturan Islam, sistem Islam memberikan tuntunan tentang konsep kepemilikan dan bagimanaa cara mengelolanya. Islam juga memiliki sistem ekonomi yang mengutamakan kepentingan rakyat. Misalnya Indonesia, negeri kaya akan SDA, maka kalau menurut Islam, pengelolaannya akan dikelola oleh negara dan hasilnya dibagikan untuk rakyat. Dengan begitu kesejahteraan rakyat akan terwujud secara individu per individu. Bukan hanya sistem ekonomi saja, jika ingin selesai seluruh permasalahan kehidupan maka sistem politik dalsm dan luar negeri, militer, pendidikan, kesehatan, sosial, keamanan, dan berbagai aturan hidup lainnya harus sesuai dengan tuntunan Islam.

Maka dari itu untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dan sempurna dibutuhkan institusi negara untuk merealisasikannya yakni Daulah Khilafah Islamiyyah. Serta butuh kelompok idiologis untuk memahamkan dan membangkitkan kesadaran umat tentang Islam kaffah. Karena dengan bersatunya kaum Muslimin diseluruh negeri dengan sendirinya Islam akan tegak di tengah-tengah umat dan seluruh aturannya akan diterapkan.

Wallahu ‘alam bish shawwab

 

 

Oleh: Ummu Zaki
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 18

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA