Jerat Narkoba Merajalela, Buah Pahit Kapitalisme

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Nusantara merupakan negara yang strategis untuk perlintasan antarnegara. Dengan beribu kepulauan yang tersebar, merupakan sasaran empuk untuk terjadinya penyelundupan termasuk, narkoba.

Seperti yang telah terjadi di Selat Durian Kepulauan Riau, TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 705 kilogram dan kokain sebanyak 1,2 ton yang berusaha memasuki perairan Indonesia yang dibawa oleh lima orang warga asing asal Thailand dan Myanmar. (Antaranews.com, 16-05-2025)

Badan Narkotika Nasional memperkirakan potensi nilai transaksi belanja narkoba di negeri ini mencapai Rp524 triliun per tahun, sangat fantastis. Karena itu, permasalahan narkoba harus ditangani secara serius, melibatkan sejumlah pihak. BNN berencana untuk melakukan perbaikan sumber daya dan infrastruktur, agar dapat optimal menangani masalah narkoba. (Beritasatu.com, 13/05/2025)

Salah satu masalah di negeri ini yang terus bergulir, seakan tidak pernah teratasi secara tuntas adalah peredaran narkoba.
Ironis memang, melihat makin besarnya permintaan terhadap barang haram tersebut. Ini menandakan maraknya peredarannya.

Makin tinggi permintaan dan banyaknya yang tergiur keuntungan besar menyebabkan negeri ini menjadi sasaran pasar bebas narkoba, termasuk dalam segi tiga emas perdagangan narkoba dunia. Negeri kepulauan  ini tampaknya menjadi sasaran empuk untuk penyelundupan narkoba yang semakin merajalela. Sindikat ini beraksi di berbagai wilayah untuk memasarkan narkoba, bahkan untuk memproduksi barang tersebut.

Tertangkapnya sindikat itu pun tidak luput dari pemberitaan. Hanya saja, yang menjadi sorotan tertangkap hanya bandar kecil, pengedar, dan pemakai, sedangkan mafia narkoba berserta jaringannya sulit diberantas.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan narkoba begitu sukar diberantas. Yang paling utama adalah karena sistem kehidupan yang diemban saat ini, yaitu kapitalisme sekuler.

Cara pandang terhadap kehidupan menjauhkan manusia dari agama, sehingga berperilaku bebas tanpa kendali. Manusia tidak mengenal akibat perbuatannya yang harus dipertanggungjawabkan kelak, sehingga yang dikejar hanya kesenangan duniawi saja.

Sistem ekonomi kapitalistik ini menjadikan siapa pun tidak segan melakukan transaksi langsung narkoba. Mereka hanya mengejar materi dengan keuntungan yang berlimpah, tidak melihat tolok ukur halal dan haram.

Yang lebih miris lagi, sistem sanksi yang diterapkan lemah, tidak membuat jera bagi para pelaku. Sudah menjadi rahasia umum hukum di negeri ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas, dengan metode tebang pilih sehingga kasus pun sulit terungkap.

Mengguritanya kasus narkoba merupakan permasalahan sistemik, tidak bisa dibenahi hanya satu sisi. Semua lini harus dibenahi dari akar masalah, yaitu sistem sekuler.

Bagaimana pandangan Islam terkait masalah jeratan Narkoba?
Sistem Islam memiliki cara yang komprehensif dalam memberantas narkoba, yaitu dengan peran sentral negara yang akan memberantas tuntas akar persoalannya. Penguasa memiliki peran langsung sebagai pelindung umat dari segala marabahaya.

Sistem kehidupan yang bersandar pada akidah dengan tolak ukur pada apa yang diperintah Allah dan menjauhkan segala yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla.
Semua aturan akan dipatuhi berdasarkan pada ketakwaan, sehingga masalah narkoba jelas akan dihindari karena jelas keharamannya berdasarkan syara.

Sistem ekonomi Islam menyandarkan muamalah pada tolak ukur halal dan haram saja, menjauhkan bisnis yang diharamkan oleh syara.
Demikian pula sistem sanksi yang akan menjerakan siapa saja pelakunya. Hukuman bagi para pengedar narkoba adalah sanksi ta’zir, yaitu hukuman yang berada dalam kewenangan Khalifah untuk penetapannya.
Dalam pelaksanannya, hukum-hukum ini membutuhkan sistem pemerintahan Islam yang dilaksanakan dalam semua aspek secara menyeluruh.

Wallahu ‘alam bishawab

Oleh: Farida Zahri

Muslimah Peduli Generasi

Views: 35

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA