Tinta Media – Kriminalitas yang makin meningkat harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah. Kejahatan yang terjadi semakin sadis. Pelakunya bahkan masih berusia muda. Masyarakat pun merasa khawatir dan tidak nyaman.
Kejadian nahas terjadi pada seorang ibu yang dianiaya anaknya sendiri akibat kesal karena kalah main judi online. Pria bernama Ismail (40 tahun), warga Kelurahan Selagit, Kabupaten Musi Rawas, ditangkap polisi sebab menganiaya ibunya yang berinisial SA (80 tahun). Kapolres Musi Rawas AKBP Andi Supriadi, melalui Kasat Reskrim Iptu Ryan Tiantoro Putra mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan itu berawal saat Ismail kesal karena kalah main judi online, Sabtu, 8 Februari 2025, sekitar pukul 23.00 WIB.(urban.id, 9/02/2025)
Selain penganiayaan ibu oleh anaknya, terdapat pula kasus mengerikan, yaitu ibu yang membuang bayinya. Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan di dalam parit (anak sungai) di Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, pada Jumat, 7 Februari 2025. Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan ibu bayi yang diketahui merupakan anak di bawah umur. (Hi Pontianak, 9/02/2025)
Kriminalitas sudah makin parah dan bisa terjadi di mana pun. Mirisnya, kejahatan tidak hanya dilakukan kepada orang lain, bahkan keluarga terdekat pun bisa menjadi korban, sungguh sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan.
Hal ini menunjukkan tidak adanya jaminan keamanan bagi masyarakat. Sistem kapitalisme-sekulerisme nyatanya telah gagal melindungi nyawa manusia. Situasi mencekam ini harus segera diatasi karena sudah makin menjadi-jadi. Solusi masalah ini harus sampai pada akar masalahnya agar tuntas dan tidak terulang lagi.
Akar masalah kriminalitas yang tinggi ini adalah karena sistem kapitalisme-sekulerisme yang rusak diterapkan di segala bidang kehidupan, baik ekonomi, pendidikan, sanksi, dan lain-lain. Sistem ekonomi membuat kehidupan sulit sehingga masyarakat mudah melakukan judi dan transaksi haram lainnya. Sistem sanksi tidak menjerakan, sehingga kejahatan terus terjadi. Sistem pendidikan sekulerisme-liberalisme menyebabkan banyak bermunculan orang-orang yang tidak mempedulikan halal atau haram. Sistem kapitalisme telah gagal melindungi masyarakat. Dengan demikian, solusi tuntas tingginya kriminalitas adalah dengan mengganti sistem kapitalisme dengan sistem yang benar, yaitu Islam.
Dalam sistem Islam, negara adalah pelindung dan penjamin keamanan rakyat. Negara akan menjamin kesejahteraan dan keamanan rakyat. Sistem sanksi dalam Islam bersifat jawabir (menghapus dosa) dan jawazir (memberikan efek jera).
Islam juga memiliki sistem Pendidikan Islam yang akan mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam, sehingga menjaga dirinya dari perbuatan maksiat.
Ketakwaan individu membuat setiap anggota masyarakat menjauhi segala tindakan kriminal yang haram. Kontrol masyarakat juga akan mencegah kriminalitas dengan amar makruf nahi munkar. Daulah Islam juga akan menerapkan sistem Islam kaffah sehingga terwujud keamanan pada masyarakat.
Oleh: Meri Mulyani,S.Si
Pendidik
![]()
Views: 13













