Tinta Media – Masyarakat Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur kembali resah
dengan ditangkapnya belasan geng motor yang di duga hendak melakukan tawuran.
Mereka diamankan oleh jajaran Polsek Cidaun. Peristiwa itu terjadi pada hari
Minggu 22/ 9/2024 pada 00.15 WIB, di Jalan Raya Cibuntu Desa Cisalak Kecamatan
Cidaun Kabupaten Cianjur. Para pelaku ada lima belas orang yang diduga
terlibat. Dari tangan mereka ditemukan sejumlah barang bukti seperti pisau,
golok dan kendaraan roda dua, (rri.co.id, Minggu 22/9/2024)
Kriminalitas saat ini selalu mengintai, diantara para
pelakunya adalah kaum muda. Hampir setiap hari kita di buat tercengang dengan
berita kriminalitas, terlebih para pelakunya masih remaja. Kondisi ini tentu
sangat menyedihkan. Ancaman kehilangan generasi muda yang cerdas, bertakwa,
kreatif dan produktif kian nyata. Lalu bagaimana dengan masa depan generasi
muda negeri ini jika hal ini terus dibiarkan? Apalagi angka kriminalitas di
kalangan pemuda yang cukup tinggi dan makin menghawatirkan serta mengerikan
karena mereka tidak segan-segan bertindak sadis. Kenyataan inilah sejatinya
wajah buram nasib generasi dalam sistem kapitalis, liberal, sekuler.
Ada banyak faktor pemicu kriminalitas di kalangan pemuda
atau generasi muda. Diantaranya lemahnya kontrol diri, krisis identitas,
disfungsi keluarga dan tekanan ekonomi/hidup. Ditambah lingkungan yang rusak
(termasuk pengaruh media, kegagalan sistem pendidikan), lemahnya hukum dan
penegakannya. Tentu semua ini adalah buah penerapan sistem sekuler kapitalis
yang tidak memanusiakan manusia, merusak pemikiran dan budaya. Sistem rusak ini
menjadikan negara abai terhadap tugas penting membentuk generasi berperadaban
mulia. Negara malah menyia-nyiakan potensi besar pemudanya bahkan secara tidak
langsung berperan aktif dalam terjadinya kerusakan dengan menjadikan sistem
rusak ini terus diterapkan dan diperjuangkan eksistensinya.
Untuk memperbaiki kerusakan akut generasi muda hari ini
tentu sangat membutuhkan solusi yang benar, tepat dan tuntas. Negara selaku
penyelenggara sistem pendidikan pertama dan utama yang harus bertanggungjawab
atas masa depan generasi. Karena bangkitnya sebuah peradaban bisa dilihat dari
kualitas generasi mudanya. Islam memiliki sistem pendidikan yang akan
menghasilkan generasi berkepribadian mulia, yang akan mampu mencegahnya menjadi
pelaku kriminalitas.
Oleh karena itu, Islam memberikan peran penting didalam
pendidikan kepada semua pihak terutama negara. Peran tersebut diantaranya: yang
pertama, negara akan menyusun dan menerapkan kurikulum pendidikan berbasis
akidah Islam. Semua perangkat pembelajaran akan merujuk pada penguatan akidah
dan pemikiran Islam pada generasi. Penanaman pemahaman konsep bahwa Islam
mengatur kehidupan diberikan sejak pendidikan pra balig hingga pendidikan
tingkat tinggi. Dengan begitu, generasi akan tergambar cara harus bersikap dan
beramal sesuai tuntunan Islam.
Kedua, pembiasan amar makruf nahi mungkar di lingkungan
keluarga dan masyarakat. Ketiga, memenuhi kebutuhan pokok bagi setiap individu
secara layak, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan
keamanan. Keempat, penerapan sistem sanksi yang benar, adil, tepat dan tuntas.
Yang mampu mengatasi dan mencegah berbagai tindak kriminalitas. Keempat hat
tersebut tidak akan pernah efektif tanpa penerapan syariat Islam dalam seluruh
aspek kehidupan manusia. Maka negara wajib penerapkan syariat Islam kaffah.
Mari selamatkan generasi muda dengan memformat ulang sistem pendidikan negeri
ini berdasarkan syariat Islam secara total.
Wallahu a’lam bish shawwab
Oleh: Ummu Syifa, Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 4













