Remaja Rusak, Kriminalitas Marak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Viral di media sosial terkait video berdurasi 19 detik yang menampilkan aksi kekerasan sesama siswa SMK Negeri 2 Pangkep, Sulawesi Selatan terhadap korban berinisial MA (16). Korban dihujani pukulan oleh pelaku berinisial F (16) di jalan raya depan sekolah dengan disaksikan sejumlah siswa lain yang justru merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, 1 Agustus 2025 yang dipicu oleh senggolan bahu antara korban dan pelaku ketika berpapasan di dalam sekolah. (beritasatu.com, 04/08/2025)

Miris memang, status pelajar tidak lantas menjadikan mereka bisa belajar mengendalikan emosi. Ilmu yang dipelajari tidak menjadikan mereka sosok yang intelek dan mengedepankan rasionalitas. Sebaliknya, pelajar justru rapuh dan mudah emosi. Penyelesaian jalur singkat dengan kekerasan menggambarkan betapa rusaknya kondisi pelajar khususnya dan remaja secara umum.

Saat ini remaja makin ugal-ugalan, sekularisme melahirkan generasi-generasi liberal yang tak segan melakukan tindakan yang berbau kriminalitas. Kehidupan remaja sudah diliputi berbagai kemaksiatan, seperti narkoba, tawuran, pembegalan, pelecehan seksual, seks bebas, dll. Generasi saat ini mudah terbawa arus liberalisme yang lebih mengutamakan eksistensi harga diri dan hawa nafsu. Kecemasan dan ketakutan yang dirasakan dalam menghadapi persoalan mereka sangat lemah dan mudah putus asa, sulit untuk berpikir dan bertindak yang benar sesuai dengan misi penciptaan.

Maraknya kriminalitas saat ini tidak lain dampak dari penerapan sistem sekularisme liberal yang diemban di negeri ini. Tidak ada lingkungan sosial yang kondusif untuk membentuk kepribadian generasi yang berakhlak mulia. Berbagai konten di medsos pun kerap menjadi tontonan bahkan tuntunan dalam berperilaku bebas lepas tanpa kontrol dari negara.

Maka, generasi muda khususnya, saat ini sangat membutuhkan sistem yang mampu merubah keadaan yang sudah rusak kembali baik. Sistem yang secara komprehensif mampu mengatasi berbagai persoalan yang dialami manusia. Sistem ini adalah Islam, dalam naungan negara Khilafah.

Kekhilafahan atau sistem negara Islam ini pernah memimpin dunia selama 13 abad lamanya. Terbukti peradaban dan kegemilangannya menjadi mercusuar dunia. Kejayaan Islam pada saat itu didominasi oleh generasi muda visioner yang bertakwa, cerdas, dan bermental baja.

Islam menjadikan generasi sebagai aset bangsa dalam peradaban. Negara akan menjamin segala bentuk urusan umat termasuk membentuk kepribadian yang mulia bagi generasi muda, salah satunya dengan pendidikan yang berkualitas berbasis akidah Islam.

Negara akan melakukan pembinaan akidah Islam pada setiap individu rakyat dengan mengukuhkan tiga pilar, yakni individu-individu yang saleh, masyarakat yang beramar makruf nahi mungkar, dan negara yang menerapkan aturan Islam secara kaffah.

Penerapan aturan Islam ini akan menciptakan masyarakat islami yang khas dengan satu pemikiran, perasaan, dan peraturan. Maka, dengan diterapkannya Islam secara menyeluruh dalam kehidupan akan mampu memutus semua mata rantai berbagai macam kemaksiatan dan kezaliman di muka bumi ini. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ummu Zaki

Sahabat Tinta Media

Views: 41

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA