Mentalitas Pengemban Dakwah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Mengemban amanah dakwah adalah tugas mulia yang tidak semua orang mau menjadikannya sebagai aktivitas prioritas dalam hidup. Walaupun dakwah menjadi kewajiban setiap muslim, tetapi yang dilakukan secara berjemaah jauh lebih berpengaruh bagi perubahan pola pikir umat demi terwujudnya sistem kehidupan Islam.

Pengemban dakwah adalah sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat. Sebagai pelaksana amanah dakwah, ia dituntut untuk memiliki sikap mental yang kokoh, terarah, dan sesuai dengan tuntunan syariat. Sikap ini tidak hanya mendukung keberhasilan dakwah, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai Islam yang luhur.

Tiga Aspek Penting

Dalam konteks ini, ada tiga aspek penting yang harus menjadi dasar dalam membentuk mentalitas seorang pengemban dakwah, yaitu keterikatan pada hukum syariat, ketaatan pada struktur dakwah, dan komitmen terhadap metode dakwah yang diadopsi.

Pertama, keterikatan pada hukum syariat. Keterikatan seorang pengemban dakwah pada hukum syariat adalah hal yang mutlak. Hukum syariat harus menjadi landasan utama dalam setiap langkah dakwah yang dilakukan. Ini berarti setiap aktivitas, ucapan, dan sikap seorang pengemban dakwah harus sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT.

Dalam praktiknya, pengemban dakwah tidak hanya menyampaikan hukum syariat kepada umat, tetapi juga harus menjadi teladan dalam penerapan hukum tersebut. Ia harus menunjukkan akhlak yang mulia, jujur, sabar, dan tegas dalam kebenaran.

Kesadaran bahwa dakwah adalah amanah dari Allah membuat pengemban dakwah senantiasa menjaga diri dari tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Kedua, ketaatan pada struktur dakwah. Dalam organisasi dakwah, struktur menjadi elemen penting untuk menjaga sinergi dan keberlanjutan dakwah. Ketaatan kepada struktur mencerminkan sikap disiplin, loyalitas, dan penghormatan terhadap aturan yang telah disepakati bersama. Pengemban dakwah harus memahami bahwa struktur dibentuk untuk mempermudah pencapaian tujuan dakwah secara kolektif, bukan untuk membatasi kreativitas individu.

Ketaatan pada struktur mencakup ketaatan kepada pimpinan dakwah selama tidak memerintahkan hal yang bertentangan dengan syariat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

Seorang muslim wajib mendengar dan taat kepada pemimpin, baik dalam perkara yang ia sukai maupun yang ia benci, kecuali jika diperintahkan kepada maksiat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketaatan ini juga meliputi kesediaan untuk bekerja sama dalam tim, menghormati pembagian tugas, serta bersikap rendah hati terhadap sesama anggota struktur dakwah.

Ketiga, komitmen terhadap metode dakwah yang diadopsi. Metode dakwah yang diadopsi oleh suatu jemaah atau organisasi dakwah bukanlah sesuatu yang dipilih secara sembarangan. Metode ini biasanya dirumuskan berdasarkan pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an, As-Sunah, dan realitas yang dihadapi umat. Oleh karena itu, pengemban dakwah harus memiliki komitmen penuh terhadap metode yang telah disepakati.

Komitmen ini berarti bahwa pengemban dakwah tidak boleh menyimpang dari metode yang diadopsi, meskipun ia menemukan tantangan atau godaan untuk mencoba cara-cara lain yang tampak lebih mudah. Kesetiaan terhadap metode dakwah menunjukkan sikap istikamah dan kepercayaan terhadap jalan yang telah ditetapkan. Rasulullah SAW sendiri mencontohkan pentingnya konsistensi dalam metode dakwah, meskipun menghadapi tekanan dan rintangan dari kaum musyrik.

Kesimpulan

Seorang pengemban dakwah adalah pribadi yang istimewa karena mengemban tugas mulia dari Allah SWT. Untuk itu, ia harus memiliki mentalitas yang kokoh dengan keterikatan pada hukum syariat, ketaatan kepada struktur dakwah, dan komitmen terhadap metode yang diadopsi.

Dengan sikap mental seperti ini, dakwah tidak hanya akan berjalan dengan tertib dan terarah, tetapi juga mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap kesadaran dan membangkitkan kepercayaan umat terhadap Islam. Sikap ini menjadi cerminan dari keyakinan mendalam bahwa dakwah adalah bagian dari ibadah dan jalan untuk meraih rida Allah SWT. Wallahu a’lam bish-shawab.

 

 

 

Oleh: Maman El Hakiem
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA