Tinta Media – Israel kembali menyerang dan meneror warga Palestina pada hari Minggu 5 Januari 2025 dan sedikitnya ada 23 orang yang meninggal dunia. Berita itu berdasarkan laporan dari Badan Pertahanan sipil di Gaza.
Dalam dua hari terakhir militer Israel menargetkan 100 teror. Dalam serangan di Gaza Utara ada 11 meninggal pada Minggu pagi, korban termasuk perempuan dan anak-anak, kata Mahmud Bassal seorang juru bicara pertahanan sipil (voaindonesia.com, 05/01/2025)
Terdapat lima orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan rumah yang sedang berusaha diselamatkan dengan tangan kosong karena peralatan yang kurang memadai. Pertahanan sipil mengatakan, ada 5 orang meninggal dunia dalam serangan terpisah yaitu rumah keluarga Abu Jarbou, (Gaza Tengah), dan juga di kota Jabalia 4 orang. Militer Israel menyerang lebih dari seratus ribu “target teroris” di jalur Gaza dengan lokasi target ke tempat militan Palestina.
Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh zionis kepada Palestina hingga korban berjatuhan yang mayoritas anak-anak dan perempuan. Tentu saja ini sangat mengiris hati kaum muslim di negeri lain. Bagaimana pun juga mereka adalah saudara kita yang masih satu ikatan yaitu akidah Islam. Sehingga wajar jika banyak umat Islam di negeri lain yang ikut merasakan kesedihan, marah pada kelakuan Zionis laknatullah.
Di sisi lain, penguasa negeri muslim justru sibuk dengan agenda upaya mediasi, seperti dialog dua negara yang merupakan usulan dari Barat. Penguasa muslim akhirnya hanya sibuk beretorika dengan sekedar mengecam tindakan zionis tanpa ada tindakan yang berarti. Seolah-olah membela Palestina tapi faktanya masih belum ada tindakan tegas yang untuk membela Palestina misalnya dengan mengirimkan pasukan militer. Semua itu karena masih mengikuti solusi usulan dari Barat yang merupakan standar ganda sehingga yang terjadi hanyalah solusi semu bukan solusi hakiki.
Oleh karena itu, kaum muslim seharusnya tidak terbius dengan segala bentuk bantuan makanan dan sumbangan lainnya yang diberikan oleh organisasi dibawah PBB yang menangani para pengungsi Palestina. Sementara di sisi lain, mereka memberi dukungan dan menyuplai senjata untuk kelancaran serangan entitas Yahudi kepada Palestina. Seperti halnya dengan HAM yang merupakan nilai-nilai dari barat tapi justru mereka langgar sendiri. Terbukti dari sikap PBB yang jauh dari demokratis. Semua itu bukti bahwa sampai saat ini belum ada solusi hakiki untuk membebaskan Palestina dari penjajahan.
Berdasarkan fakta tersebut, harus ada solusi hakiki yang mampu mengusir zionis laknatullah dari tanah Palestina yaitu dengan jihad melawan zionis. Umat harus disadarkan bahwa bahasa untuk penjajah adalah dengan bahasa perang, bukan solusi dua negara. Selain itu, perlu dilakukan dakwah ke penguasa dan masyarakat agar mereka terbangun dari tidur panjangnya sehingga mampu berfikir politis dan menyadari solusi hakiki bagi palestina. Menyeru pada penguasa agar mengerahkan pasukan militer untuk berjihad dalam rangka membebaskan Palestina dari cengkraman zionis. Untuk mengerahkan pasukan militer perlu adanya perisai atau pelindung yaitu khilafah, satu-satunya institusi negara yang mampu memberi perlindungan atas hak-hak rakyatnya. Termasuk pembelaan dan perlindungan atas tanah kaum muslim yang harus dijaga.
Dalam mewujudkan tegaknya khilafah harus dilakukan perjuangan dengan cara memahamkan umat dengan metode dakwah Rasulullah SAW. Sehingga perlu adanya kelompok dakwah ideologis yang akan membentuk kesadaran umat, hingga umat menginginkan adanya negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Dengan tumbuhnya kesadaran politik umat semoga tegaknya Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah segera terwujud sehingga Palestina bisa bebas dan terlindungi dari segala bentuk penjajahan.
Wallahu a’lam bishawab
Oleh: Dartem
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 18
















