Tinta Media – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menyatakan rencana penggunaan modal Danantara (Daya Anagata Nusantara) untuk hilirisasi barang tambang, lebih banyak menguntungkan pelaku bisnis daripada rakyat Indonesia.
“Rencana penggunaan modal Danantara untuk hilirisasi, terutama di sektor nikel, bauksit, dan tembaga, jelas lebih banyak menguntungkan pelaku bisnis daripada rakyat Indonesia,” tutur Pengkampanye JATAM Nasional Alfarhat Kasman kepada Tinta Media, Rabu (20/2/2025).
Hilirisasi nikel misalnya, JATAM mengungkap mayoritas proyek-proyek smelter yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) di Indonesia berasal dari Tiongkok (Cina).
“Bahkan, teknologi hingga hasil olahan bahan mentah nikel tersebut juga lebih banyak diekspor ke negara tersebut. Di saat yang sama, harga manufaktur nikel yang dijual ke smelter milik perusahaan China justru jauh lebih rendah dibandingkan harga internasional,” beber Farhat.
Apalagi pasca-pelarangan ekspor menjual nikel, menurut Farhat, satu-satunya pembeli yang menjual nikel adalah perusahaan smelter yang didominasi Cina tersebut.
“Ini belum termasuk dengan berbagai insentif tax holiday dan tax tunjangan yang dinikmati perusahaan asal Tiongkok tersebut yang merugikan rasio pajak,” sesalnya memungkasi.[] Muhar
![]()
Views: 26
















