Tinta Media – Industri tambang masih terus eksis menjajah alam. Sekarang Raja Ampat diambang kehancuran karena terancam mengalami kerusakan alam. Penambangan nikel ini berkedok ramah lingkungan, dengan dalil hijrah dari kendaraan berbahan bakar minyak ke bahan bakar listrik (Kompas.com, 9/6/2025).
Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah dan sumber daya alam yang sangat banyak, tetapi banyak sekali hutan yang rusak karena ulah manusia itu sendiri. Jika ingin memiliki bumi yang tidak rusak dan fauna yang tidak punah, maka yang harus dilakukan adalah menyadarkan masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Pada hakikatnya, penambangan nikel yang dilakukan di Raja Ampat sudah melampaui batas. Parahnya, aktivitas itu telah melanggar Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 perihal Pengelolaan Wilayah dan Pulau-Pulau kecil.
Raja Ampat kaya akan biodiversitas. Jika penambangan nikel terus dilakukan tanpa kendali, tentu akan merusak biodiversitas tersebut. Masyarakat di sekitar Raja Ampat akan dirugikan.
Jika dilihat dari sistem Islam, pemerintah memiliki tanggung jawab penuh mengelola sumber daya alam dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat untuk kesejahteraan mereka. Indonesia memang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam, sehingga dapat dijadikan kekuatan ekonomi, tetapi perlu dikelola dengan bijak untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan.
SDA adalah segala sesuatu yang ada di alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti air, tanah, hutan, mineral (emas, perak, tambang) kemudian bahan bakar fosil seperti, minyak bumi, gas alam, batu bara. Perlu digarisbawahi bahwa SDA ini sangat penting bagi kehidupan manusia dan perlu dikelola dengan bijak untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Indonesia memiliki banyak pulau yang indah. Di balik keindahan pulau tersebut tersimpan banyak kekayaan alam yang sangat berlimpah. Indonesia sangat kaya dengan SDA dan harus di manfaatkan dengan sebaik mungkin karena jika tidak, maka akan terjadi kerusakan lingkungan, ketimpangan ekonomi, gangguan siklus alam, dan rusaknya biodiversitas.
Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-A’raf: 56). Wallahu’alam Bishawwab
Oleh: Ashifa Nur Azizah
Peserta Pelatihan Menulis Eksklusif Class of SWI
Views: 99
















