Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyampaikan bahwa perjuangan atau ikhtiar umat untuk menegakkan kembali kejayaan Islam harus bertumpu pada tiga kekuatan atau tiga kesadaran besar.
“Perjuangan atau ikhtiar umat untuk menegakkan kembali kejayaan Islam harus bertumpu pada tiga kekuatan atau tiga kesadaran besar,” ujarnya dalam video: Simak Penjelasan UIY | Langkah Nyata Membangun Umat di kanal Youtube Khilafah News, Senin (5/5/2025).
Pertama, kesadaran historis islami, yaitu umat dibimbing agar mereka melek sejarah dari sudut pandang Islam bukan dari kacamata Barat.
UIY menyebutkan sejarah paling penting adalah tentang kekhilafahan karena khilafah pernah menjadi pelindung umat dan pemersatu dunia Islam. Keruntuhannya lebih dari 100 tahun yang lalu, lanjutnya, adalah induk dari segala malapetaka atau ummul jarim yaitu malapetaka ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya hingga dakwah.
“Momen ini harus kembali dihidupkan untuk kesadaran umat. Sebagaimana dulu para ulama dan tokoh umat di Indonesia menggagas kongres Islam di Garut pada tahun 1924,” ulasnya.
Kedua, kesadaran politik Islam, yaitu sadar bahwa Islam harus ditegakkan secara kafah, Islam harus nyata, syariah harus berjalan, dan dakwah harus terus digerakkan.
“Semua itu membutuhkan institusi bagi pelaksanaan yang dalam istilah Islam adalah khilafah. Tegaknya khilafah itu sesuatu yang mutlak dan disebut oleh para ulama sebagai mahkota dari seluruh kewajiban atau tajul furud,” urainya.
Ketiga, kesadaran partisipasi, yaitu setiap Muslim punya tanggung jawab berperan aktif dalam perjuangan ini hingga tegaknya kembali khilafah yang menjadi satu-satunya jalan untuk mengembalikan kejayaan Islam.
“Status hukum menegakkan khilafah adalah fardu kifayah. Tapi fardu kifayah haruslah dipahami sebagai fardu atas setiap Muslim sampai kewajiban ini ditunaikan,” tandasnya.
Lagi pula, ucapnya, karena khilafah ini adalah tajul furud yang faktanya telah berlalu lebih dari 100 tahun, maka mestinya kita memberikan perhatian lebih.
“Ingat bahwa kesepakatan para sahabat atau ijmak sahabat hanya membolehkan umat Islam kosong dari kepemimpinan paling lama 3 hari 2 malam,” tegasnya.
Ia mengingatkan, jika mengabaikan atau bahkan menghalangi tegaknya khilafah berarti mengingkari salah satu kewajiban besar di dalam Islam sedangkan ikut dalam perjuangan ini berarti mengumpulkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
“Kita harus taat kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya. Semoga ini menjadi catatan di sisi Allah SWT sebagai amal saleh dan bisa mengantarkan kita kepada kehidupan yang kita cita-citakan di akhirat kelak, serta menjadi jalan kembalinya kemuliaan Islam di dunia ini,” tutupnya.[] Erlina
Views: 43
















